Sabtu 22 Januari 2022, 10:10 WIB

Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma Keagamaan

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma Keagamaan

ANTARA/ Novrian Arbi
LAWAN KEKERASAN SEKSUAL: Sejumlah mahasiswi di Bandung menunjukkan poster pernyataan sikap penghentian kekerasan seksual di kampus.

 

DIREKTUR Pusat Studi Linguistik UIN Jakarta Dr Moch Syarif Hidayatullah menilai terdapat beberapa pasal dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi tidak mencerminkan paradigma keagamaan.

Salah satunya yakni pada Pasal 5 Ayat 2 yang banyak menekankan 'tanpa persetujuan korban' karena bisa membuka ruang untuk terjadinya seks bebas di kalangan anak muda.

"Ideologi pembuat aturan ini perlu diselami lebih jauh karena paradigmanya bukan paradigma Islam," kata Syarif dalam Focus Group Discussion Tinjauan Kritis Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 dari UAI, Sabtu (22/1).

Dia menjelaskan kalau bukan ada persetujuan korban memang bukan kekerasan seksual. Tapi dalam paradigma Islam pencegahannya bukan hanya soal kekerasannya tapi aktivitas seksual di luar pernikahan juga tidak diperbolehkan.

"Jika di kampus berbasis Agama Islam memberi klausul 'tanpa persetujuan korban' maka akan menjadi problem bagi kita seolah-olah kampus membolehkan, mengikuti atau secara tidak langsung melegalkan aktivitas seksual di luar pernikahan asal korbannya setuju," ujarnya.

Selain itu, Syarif juga menyoroti tidak adanya pasal yang mengatur tentang hak terlapor yang terfitnah. Karena ini membuka peluang kasus terlapor sebagai playing victim dari pelapor.

"Ini soal marwah dari terlapor, kalau dalam Islam soal harga diri seorang muslim sangat terhormat tidak boleh dijatuhkan sehingga sidang-sidangnya harus tertutup karena terlapor ini belum tentu sebagai pelaku. Kita juga lihat  dalam Permendikbud ini bahwa hak korban ditempatkan tinggi sekali sementara hak terlapor tidak didudukkan dengan baik," pungkasnya.(H-1)

Baca Juga

MI/Adi Kristiasi

Puncak Peringatan Hari Lansia 2022 Digelar di Tasikmalaya

👤Adi Kristiadi 🕔Minggu 29 Mei 2022, 07:15 WIB
PERINGATAN Hari Lanjut Usia (HLUN) tahun 2022 siap digelar hari ini, Minggu (29/5), di Tasikmalaya dihadiri Menteri Sosial Tri...
dok.ist

Harlah ke-51, Hikmahbudhi Ajak Kader Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 07:10 WIB
PANCASILA yang merupakan dasar negara, menurut dia harus terus dibumikan dan merupakan sesuatu yang sudah final serta tidak bisa diganggu...
Fanny Laurensia

Kegigihan sang Juara Debat

👤Nike Amalia Sari 🕔Minggu 29 Mei 2022, 06:20 WIB
DEBAT menjadi ajang pertukaran pendapat mengenai suatu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya