Kamis 20 Januari 2022, 23:35 WIB

Waspada Omikron, Satgas Ingatkan Kelompok Rentan Kurangi Interaksi

Ant | Humaniora
Waspada Omikron, Satgas Ingatkan Kelompok Rentan Kurangi Interaksi

Antara
Ilustrasi

 

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meminta warga yang tergolong sebagai kelompok rentan seperti warga lanjut usia dan orang dengan komorbid  mengurangi interaksi dengan orang lain guna menghindari penularan virus corona tipe SARS-CoV-2 varian omikron

"Secara spesifik orang-orang pada kelompok rentan dimohon untuk mengurangi frekuensi interaksi dengan kontak erat, mengurangi berpergian ke tempat yang ramai atau kerumunan, terutama bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk divaksin," kata Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Kamis (20/1)

Di samping warga lanjut usia dan penderita komorbid, ia mengatakan, orang yang belum mendapat vaksinasi COVID-19 serta pekerja di sektor pelayanan publik dengan aktivitas tinggi seperti tenaga kesehatan juga lebih berisiko terserang omikron.

Wiku mengatakan bahwa pemerintah sudah menganjurkan warga lebih banyak bekerja dari rumah dan mengurangi mobilitas guna mencegah peningkatan penularan COVID-19, termasuk yang disebabkan oleh varian Omicron. 

Dia menekankan pentingnya pemerintah daerah serta penyelenggara kegiatan mencermati detail pedoman protokol kesehatan di setiap sektor kegiatan guna mencegah peningkatan penularan virus corona beserta varian-variannya.

"Terus melakukan pengendalian COVID-19 lainnya, khususnya bagi daerah-daerah dengan kasus COVID-19 dan intensitas mobilitas (warga) yang tinggi," katanya.

Wiku juga mengatakan bahwa pemerintah berupaya menekan penularan COVID-19 dengan menerapkan kebijakan efektif berdasarkan data dan fakta ilmiah.

"Mari kita bersama-sama bertahan untuk melawan COVID-19 dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap produktif beraktivitas dengan hati-hati," katanya.

Menurut Kemenkes, hingga Kamis pagi total ada 882 kasus infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 varian Omicron di Indonesia dan kebanyakan kasus terjadi pada pelaku perjalanan dari luar negeri.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa 710 kasus infeksi Omicron terjadi pada pelaku perjalanan dari luar negeri, 161 kasus terjadi akibat transmisi lokal, dan 11 kasus belum diketahui sumber penularannya.

Nadia juga mengatakan bahwa hampir 80 persen dari pasien yang terinfeksi Omicron sudah mendapatkan suntikan dua dosis vaksin COVID-19 dan tidak mengalami gejala berat. (OL-8)

Baca Juga

MI/M, Irfan

Rasio Kesembuhan Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 97,3 Persen

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 22:15 WIB
Sehingga angka kumulatifnya terus meningkat melebihi 5,8 juta orang sembuh atau tepatnya 5.892.126 orang...
Dok.MOM

Merayakan Hidup dan Semangat Para Ibu di MomFest 2022 #CelebratingMOM5

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:58 WIB
MomFest #CelebratingMoM5 dihadiri lebih dari 300 peserta secara offline dan online serta dimeriahkan oleh figur publik dan para ahli di...
Antara/Hafidz Mubarak A

Eks Jubir Pemerintah Untuk Covid-19, Achmad Yurianto Meninggal Dunia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:57 WIB
Wiwid menyebut Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan itu meninggal dunia di RSUD Syaiful Anwar,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya