Kamis 20 Januari 2022, 10:25 WIB

Bayi Orangutan ke-100 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Atalya Puspa | Humaniora
Bayi Orangutan ke-100 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

dok.ant
Seekor bayi orangutan Kalimantan (Pongo Pyhmaeus) lahir di Suaka Margasatwa Lamandau, Kalteng dari induk orangutan bernama Max, Selasa (4/1)

 

SEEKOR bayi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) lahir di Suaka Margasatwa Lamandau (SML), Kalimantan Tengah dari induk orangutan bernama Max. Kelahiran ini diketahui Kepala Resort SM Lamandau Sugih Trianto ketika melihat langsung Max membawa anaknya ke Camp Gemini pada Selasa (4/1) sekitar pukul 15.21 WIB. Namun pada saat itu belum diketahui jenis kelamin bayi Max tersebut.

Selanjutnya, pada Kamis (6/1) Sugih Trianto bersama staf OF-UK melakukan pemantauan di Camp Gemini dan diketahui bayi Max berjenis kelamin betina. Pada saat pemantauan, terlihat Max sedang menggendong dan mencium bayinya.

"Sampai saat ini staf Balai KSDA Kalteng dan staf lapangan OF-UK Indonesia masih mengikuti Max untuk memantau kondisi Max dan bayinya selama beberapa minggu ke depan awal pasca melahirkan," kata Sugih dalam keterangan resmi, Kamis (20/1).

Sejak Desember 2021 Max sudah terpantau sedang hamil. Bayi orangutan ini merupakan kelahiran kedua dari Max, yang kemudian diberi nama Mely, dan merupakan bayi orangutan ke-100 yang lahir di SM Lamandau. Sebelumnya pada tahun 2018, Max melahirkan bayi betina diberi nama Monti. Max merupakan orangutan yang berasal dari Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) pada tahun 2003.

Terpantau dari tahun 2003 sampai dengan Januari 2022 sejumlah 100 (seratus) individu orangutan telah lahir di area soft release SML. Di tahun 2020 lahir 7 individu orangutan, tahun 2021 sebanyak 4 individu, selanjutnya Januari 2022 lahir 1 individu orangutan, yaitu Mely. Ini merupakan kelahiran bayi orangutan pertama di tahun 2022.

Kepala Balai KSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan mengatakan Balai KSDA Kalteng dan OF-UK Indonesia akan selalu memantau secara intensif kesehatan orangutan yang ada di SML, terutama orangutan yang terpantau sedang hamil agar kesehatannya selalu terjaga, baik induk maupun anaknya.

Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) mempunyai status konservasi kritis (Critically Endangered/CR) sejak tahun 2016. Perlindungan terhadap populasi dan habitatnya sudah semestinya menjadi perhatian semua pihak.

“Jumlah kelahiran yang terus bertambah di area soft release menandakan bahwa area soft release cukup representatif dan animal welfare memadai. Semoga bayi orangutan sehat dan dapat survive di habitatnya,” pungkas Nur. (OL-13)

Baca Juga: Omikron, Luhut : Jangan ke Luar Negeri Dulu Selama Tiga Pekan ke Depan

Baca Juga

ANTARA

BMKG: Waspadai Dampak Bibit Siklon Tropis 92W di Laut Filipina

👤Widhoroso 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:51 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari bibit siklon...
Dok. Long Rich Bioscience Indonesia

Resveratol Bantu Menjaga dan Maksimalkan Imun Tubuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:13 WIB
Resveratrol ditemukan dalam sejumlah makanan dan minuman, termasuk anggur, kacang tanah, kakao, anggur...
Antara

30,9 Juta Masyarakat Rentan dan Umum Rampung Divaksin Booster

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:09 WIB
Sebanyak 1.617.507 tenaga kesehatan (nakes) rampung menerima vaksin booster per hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya