Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Joey Alexander Siap Gebrak Jakarta

Fario Untung
20/5/2016 06:08
Joey Alexander Siap Gebrak Jakarta
(Joey Alexander (tengah) -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

BERKOSTUM serba hitam dengan kacamata khasnya, Joey Alexander tampak santai menunggu konferensi pers yang bertajuk Joey Alexander Live in Concert. Sembari menonton aksi musisi jazz lain, tidak sesekali jari jemarinya bergerak lembut seakan sedang memainkan tuts piano.

Joey Alexander, nominator termuda di ajang penghargaan bergengsi Grammy tahun ini siap menggelar konser terbesarnya di Indonesia pada Minggu (22/5) di JIExpo Kemayoran.

Pianis muda kebanggaan tanah air berusia 12 tahun ini akan tampil bersama jazz drummer legendaris, Jeff "Tain" Watts dan Dan Chmielinski pada contrabass.

Dalam konser tersebut, Joey yang sudah tiba di Jakarta sejak 16 Mei lalu itu juga akan menampilkan beberapa nomor dari album nominasinya di Grammy ke-58 yang berjudul "My Favorite Things", yang dilatarbelakangi berbagai pengalaman Joey saat menginjakan kaki pertama kali di New York dan bermain jazz di Lincoln Center.

"Hari minggu besok, saya akan memainkan lagu-lagu dari album kedua saya. Jadi ini benar-benar persembahan yang saya berikan untuk para penonton di Indonesia," ungkap Joey saat menggelar konferesi pers di Jakarta, Kamis (19/5).

Berkesempatan pulang ke Indonesia tentu sangat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Joey. Salah satunya adalah menyantap beberapa hidangan asli Indonesia yang memiliki rasa khas dan sudah lama tidak dinikmati oleh Joey.

"Saya makan ayam goreng, sate ayam, dan nasi goreng. Saya doyan itu semua," sambungnya.

Sementara itu, berbeda dengan konser-konser jazz pada umumnya, Joey Alexander Live in Concert juga akan menjadi konser jazz pertama di Indonesia yang menghadirkan HD Quality Sound Design yang disiapkan secara khusus untuk memanjakan telinga penonton.

Tidak hanya itu, penonton juga dapat menikmati kualitas audio yang jernih, seimbang, dan detail bunyi yang memunculkan karakter asli dari setiap instrument yang dihadirkan sama baiknya di seluruh pelosok ruangan konser.

Hal beda yang disajikan dalam konser ini kepada penonton adalah penyelenggara juga telah merancang layout konser sirkular 360 derajat, dimana panggung utama ditempatkan di tengah ruangan sebagai pusat perhatian selama dua jam konser berlangsung. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya