Kamis 30 Desember 2021, 19:21 WIB

Peduli Lingkungan, Mowilex Kembali Raih Sertifikasi Net Zero Carbon

mediaindonesia.com | Humaniora
Peduli Lingkungan, Mowilex Kembali Raih Sertifikasi Net Zero Carbon

Ist
Pembangunan pabrik terbaru PT Mowilex Indonesia yang hampir selesai, diharapkan dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 7%.

 

PERUSAHAAN manufaktur cat PT Mowilex Indonesia (PT Mowilex) mengumumkan telah berhasil meraih sertifikasi CarbonNeutral® untuk tiga tahun berturut-turut, dengan mencapai emisi karbon pada tingkat net zero.

Pencapaian ini dilakukan dengan membeli offset karbon untuk mengimbangi emisi karbonnya yang berdasarkan penilaian dari evaluasi Scope 1, 2 dan 3 sesuai dengan Protokol CarbonNeutral.

Perhitungan emisi dan sertifikasi offset karbon tersebut dikeluarkan oleh dua badan independen yang berada di Amerika Serikat (AS).

Pada tahun 2019, PT Mowilex menjadi perusahaan manufaktur pertama yang meraih sertifikasi perusahaan CarbonNeutral®.

Tiga tahun kemudian, PT Mowilex tetap menjadi satu-satunya perusahaan yang dapat mengklaim netralitas karbonnya di pasar.

PT Mowilex berkomitmen penuh dalam penggunaan pasar karbon untuk mencapai netralitas karbon atau carbon neutrality, sambil juga mengurangi emisinya di seluruh operasi dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan secara keseluruhan.

PT Mowilex juga telah memperkenalkan pedoman VOC, standar pada kemasan (labeling) dan telah mengganti secara sukarela stok lama dari cat kayu dan besi yang memiliki kandungan timbal di atas 90 ppm dengan versi yang memiliki formulasi baru yang bebas timbal tanpa biaya tambahan untuk toko ataupun distributor. 

Dalam waktu tiga tahun terakhir, PT Mowilex telah memulai inisiatif-inisiatif efisiensi seperti pengurangan daya listrik yang digunakan oleh pendingin ruangan, memasang sistem penerangan yang efisien, serta memasang insulasi pada kebanyakan dari gedung-gedung perusahaan untuk mengurangi pemakaian listrik. 

PT Mowilex juga telah membangun pabrik baru yang akan beroperasi pada kuartal pertama tahun 2022, yang diharapkan akan mengurangi emisi karbon (CO2) dari operasi manufaktur dan logistik utamanya sebanyak kurang lebih 7%.

Dari Maret 2020 hingga April 2021, PT Mowilex telah mengurangi emisinya (gross emissions) sebanyak 13,2%. Pengurangan perjalanan bisnis akibat dari protokol kesehatan Covid-19 merupakan 82% dari pengurangan emisi tersebut. 

“Kami harap, sebanyak mungkin, untuk mengadopsi perbaikan ini secara permanen dengan melakukan evaluasi kembali terhadap bagaimana kami beroperasi," ucap Esther Sugiono, CFO PT Mowilex pada keterangan pers, Kamis (30/12).

"Kami mencari perubahan-perubahan yang terkait dengan COVID yang bisa diintegrasikan ke pekerjaan rutin kami untuk meminimalisir dampak negatif kami terhadap lingkungan sembari menciptakan efisiensi finansial,” jelas Esther.

“Pilar-pilar strategis kami sangat jelas. Kami telah menjadi pemimpin dalam hal kualitas dan keberlanjutan," ujar Niko Safavi, CEO PT Mowilex.

"Kami telah meraih banyak bukti kualitas produk yang menunjukkan komitmen itu, dan kami juga mendapatkan pengakuan untuk inisiatif lingkungan dan CSR kami yang telah meraih banyak penghargaan," ucapnya.

"Baik pengembang properti yang besar dan pemilik rumah telah menunjukkan kepercayaan mereka terhadap produk-produk kami,” ujar Niko.

Menurut Niko, konsumen di Indonesia zaman sekarang memiliki harapan agar perusahaan-perusahaan menjadi lebih beretika (ethical), dan mereka lebih percaya dengan merk-merk yang menawarkan produk yang ramah lingkungan.

Sejak tahun 2020, tidak sedikit universitas-universitas, pengembang stadion dan mal-mal berganti ke produk-produk PT Mowilex.

Mereka telah mempertuimbangkan reputasi perusahaan untuk kualitas produk serta posisi sebagai pemimpin dalam hal keberlanjutan lingkungan.

Pada tahun 2021, PT Mowilex telah membeli offset karbon dari proyek-proyek yang telah bersertifikasi, termasuk proyek  Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Rimba Raya di Kabupaten Seruyan serta proyek REDD+ Katingan Mentaya di Kabupaten Katingan di Provinsi Kalimantan Tengah. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya