Minggu 12 Desember 2021, 18:35 WIB

Kepatuhan Prokes Menurun, Masyarakat Jangan Lengah

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kepatuhan Prokes Menurun, Masyarakat Jangan Lengah

MI/Andri Widiyanto.
Para siswa SD memakai masker di sekolah.

 

TINGKAT disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun) menjadi kunci utama pencegahan penularan covid-19 di Indonesia. Namun demikian, data Satgas Penanganan covid-19 menunjukkan skor kepatuhan 3M justru terus menurun sejak November lalu.

"Ini perlu segera direspons oleh Satgas Daerah agar kepatuhan masyarakat menerapkan prokes 3M tidak turun terus dan bahkan meningkat kembali seperti kondisi sebelumnya," jelas Sonny Harry B Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Minggu (12/12/2021). Indonesia telah berhasil menurunkan kasus aktif maupun kasus harian selama 150 hari sejak puncak kasus harian tertinggi pada 15 Juli 2021 lalu. 

Hal tersebut tidak terlepas dari laju vaksinasi yang cepat dan terus meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan 3M. Bahkan sepanjang Oktober 2021, skor kepatuhan kita konsisten di atas angka 8 (rentang skor 1-10). Kepatuhan memakai masker di angka 8,23 diikuti kepatuhan mencuci tangan 8,09 dan skor kepatuhan menjaga jarak 8,03.

Sedangkan, sepanjang November lalu skornya turun di angka 7,86 (masker), 7,85 (jaga jarak), dan 7,91 (cuci tangan). Sayangnya, tren penurunan terus berlanjut di Desember ini. Sejak 1 hingga 11 Desember 2021, skor kepatuhan memakai masker turun menjadi 7,74 dan hampir serupa untuk skor kepatuhan menjaga jarak serta mencuci tangan. "Meskipun skor kepatuhan saat ini masih jauh lebih baik dibanding periode Desember 2020, kita harus segera berupaya maksimal agar tidak terus menurun mengingat mobilitas penduduk meningkat menjelang libur Nataru ini," jelas Sonny.

Dashboard Monitoring Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covi-19 juga menunjukkan bahwa selama periode 1 hingga 11 Desember 2021, masih terdapat 59 kabupaten/kota yang kurang dari 75% penduduknya memakai masker. Sedangkan kabupaten/kota dimana kurang dari 75% penduduknya yang menerapkan jaga jarak mencapai 75 daerah.

Sonny menjelaskan bahwa dalam sebulan terakhir, Bidang Perubahan Perilaku merekrut tambahan sekitar 3.000 duta perubahan perilaku untuk terus mengedukasi masyarakat. Saat ini jumlah Duta Perubahan Perilaku mencapai 133.341 orang tersebar di 34 provinsi dan 441 kabupaten/kota. Selain itu, tim Bidang Perubahan Perilaku melakukan koordinasi serta monitoring langsung di lapangan. "Dalam sebulan terakhir, tim kami turun ke seluruh provinsi di Jawa-Bali dan beberapa provinsi lain di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku," jelas Sonny.

Namun perlu dipahami bahwa peran Satgas Daerah justru yang utama di dalam mengedukasi masyarakatnya menerapkan 3M secara disiplin dan konsisten, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. "Ada dua solusi penting yang perlu segera dilakukan Satgas Daerah khususnya untuk mencegah penurunan kepatuhan protokol kesehatan 3M menjelang libur Nataru di tengah ancaman varian baru omicron,” jelas Sonny.

Pertama, Satgas Daerah harus terus-menerus mengedukasi dan menegakkan disiplin prokes 3M dengan pendekatan kearifan lokal di tengah kejenuhan masyarakat dan persepsi risiko penularan yang rendah. Masyarakat harus paham bahwa pandemi belum usai, tetapi kita bisa menyelesaikannya dalam waktu dekat jika penularan dapat terus dicegah.

Kedua, Satgas Daerah perlu segera mengoptimalkan pelaksanaan PPKM Mikro melalui Posko Desa/Kelurahan. "Tentunya kedua strategi tersebut harus paralel dengan upaya percepatan vaksinasi dan penguatan kapasitas deteksi melalui testing dan tracing," tutup Sonny.

Terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebutkan bahwa beriringan dengan peran pemerintah sebagai regulator serta petugas untuk mengingatkan dan mengawasi, kepatuhan menjaga protokol kesehatan merupakan tanggung jawab semua pihak hingga zonasi terkecil juga individu. Apalagi mengingat masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. 

Baca juga: Tangkal Omicron, Pemerintah Antisipasi Pergerakan Orang di Pelabuhan

Pengetatan kegiatan masyarakat selama Nataru, betul-betul memerlukan partisipasi dari masyarakat agar potensi transmisi virus dapat ditekan. "Kami mengingatkan masyarakat dan Pemda untuk meningkatkan kepatuhan menjaga prokes untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga saat Nataru. Jangan lengah. Ayo tetap jaga prokes dan segera melengkapi vaksinasi bagi yang belum melaksanakan," tegas Johnny, Minggu (12/12/2021). (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist

CJ Logistcs Kenalkan Palet Zero Carbon dari Plastik Daur Ulang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:03 WIB
Penerapan palet ramah lingkungan ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon dan lebih tahan lama dibandingkan palet kayu standar...
ANTARA/Jessica Helena Wuysang

IDAI Sebut Campak, Rubella, dan Difteri Masih Jadi Ancaman

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 30 Juni 2022, 11:00 WIB
"Kita jangan lengah, jangan terlalu sibuk dengan covid-19, karena selalu ada campak, rubella, dan difteri yang setiap tahun mengancam...
Dok Unair

Kurangi Ketergantungan Energi Fosil, Unair Kembangkan PLTA Kincir Angin

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 30 Juni 2022, 10:55 WIB
 Melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTA) berbentuk kincir angin, Unair turut andil dalam mengatasi krisis energi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya