Senin 06 Desember 2021, 13:08 WIB

Kapasitas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polri masih Lemah

Atalya Puspa | Humaniora
Kapasitas Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polri masih Lemah

Dok. Pribadi
Direktur LBH APIK Jakarta Siti Mazumah

 

LEMBAGA Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Jakarta sangat prihatin dengan adanya kasus NWR, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya yang meninggal bunuh diri karena kasus kekerasan seksual.

"Sedih dan marah. Karena ini masih dalam rangkaian 16 hari anti-kekerasan berbasis gender. Tapi kita dihadapkan lagi pada situasi begini terus," kata Direktur LBH APIK Jakarta Siti Mazumah saat dihubungi, Senin (6/12).

Baca juga: Korea Foundation akan Gelar Seri Kuliah Post Human & Art

Ia mengungkapkan, kasus tersebut harus menjadi cerminan bagi pemerintah agar memperkuat kapasitas dan kewenangan unit pelayanan perempuan dan anak di kepolisian. Terlebih lagi, beredar kabar bahwa dalam kasus NWR pihak korban sebenarnya sudah melapor, namun laporannya tidak kunjung mendapat respon yang baik.

"Dalam proses pelaporan kekerasan, tugaskan polisi yang memiliki perspektif dan kapasitas dalam melayani pengaduan dan menangani kasus kekerasan seksual," beber dia.

Selain itu, ia juga berharap Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) melakukan kerja sama dengan masyarakat sipil agar sinergitas penanganan kasus kekerasan seksual atau kekerasan terhadap perempuan dapat ditangani bersama.

"Petugas-petugas KPPPA bagiamana rekruitmennya? Itu juga harus ada evaluasi dan komitmen perbaikan ke depannya," ucap dia.

Kasus tersebut, kata dia, juga menjadi refleksi bagi lembaga independen seperti LBHK APIK mengenai layanan konsultasi dan sosialisasi yang telah dilakukan.

Lebih jauh, ia juga berharap agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksial dapat segera disahkan agar tidak ada kasus serupa berulang di kemudian hari.

"Dan harapan besar juga pada pengesahan RUU Penghapusan kekerasan seksual agar tidak ada Novi lain yang memilih mati karena ketidakadilan adalah harga yang mahal buat korban," pungkas dia. (Ata/A-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Makna Zaezar

Ini Kiat Ciptakan Rutinitas Belajar yang Nyaman untuk Anak

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 27 Januari 2022, 08:30 WIB
Keberhasilan anak tidak terlepas dari dukungan orangtua yang senantiasa membimbing dan mendampingi selama proses...
MI/Atet Dwi P

BMKG: Hari Ini sebagian Kota Besar Indonesia Cerah Berawan

👤Muhammad Fauzi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 08:00 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian kota besar di Tanah Air akan cerah berawan pada Kamis (27/1)...
Dok. Pribadi

Mustapa dan Usaha Produk Olahan Kelapa

👤Fathurozak 🕔Kamis 27 Januari 2022, 07:05 WIB
Lewat Kulaku, Mustapa dan beberapa temannya merancang bisnis produk turunan kelapa yang dipasarkan secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya