Rabu 24 November 2021, 13:30 WIB

Dokter Diminta Tingkatkan Kompentensi Lakukan Sunat

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dokter Diminta Tingkatkan Kompentensi Lakukan Sunat

ANTARA/Jojon
Seorang ibu mendekap anaknya saat proses khitanan yang dilakukan tim dokter di SD Negeri 33 Kendari di Kecamatan Abeli, Kendari, Sulteng.

 

KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Faqih mendorong dokter meningkatkan kompetensi melakukan tindakan sirkumsisi atau sunat.

"Sunat adalah bagian pelayanan kesehatan kompetensi dokter. Kami senang kalau kompetensi ini terus didorong menjadi baik," kata dia dalam sebuah webinar, Senin (22/11).

Menurut Daeng, sunat dianjurkan baik itu dari sisi budaya maupun kesehatan. 

Baca juga: Hindari Makan Berlebihan Saat Liburan, Konsumsi Sumber Protein Sehat

Dari sisi budaya, masyarakat sudah sejak lama menerapkan tindakan ini pada anak laki-laki, sementara dari segi kesehatan sunat diketahui memiliki manfaat seperti mencegah berbagai penyakit termasuk infeksi saluran kemih (ISK).

"Dari segi kesehatan, potensi tempat tertumpuknya kesehatan dan memicu berbagai penyakit (bila tidak disunat). Oleh karena itu, sunat sangat baik bagi kesehatan, kehidupan dan budaya," kata dia.

Saat ini, tersedia berbagai metode sunat mulai dari konvensional hingga klem dan di antaranya sudah melewati proses asesmen Kementerian Kesehatan, yang berarti penilaian tentang efikasi dan keamanan sudah direkomendasikan.

Daeng berharap, metode sunat yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan, salah satunya diperkenalkan dokter spesialis bedah saraf dari Universitas Indonesia Mahdian Nur Nasution, bisa diperkenalkan kepada masyarakat dan dokter.

Metode yang diperkenalkan ini yakni modern klem diklaim menjadi solusi sunat dan direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Mahdian mengatakan, metode ini membuat tindakan sunat menjadi lebih mudah, praktis, dan nyaman.

Metode klem menggunakan sistem penguncian dengan cara diputar untuk menjamin klem hanya dapat digunakan satu kali.

"Klem didesain oleh putra bangsa, untuk mempermudah dokter dalam melakukan sunat, namun juga memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak," kata dia.

Sunat, seperti dikutip dari Mayo Clinic merupakan operasi pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis. Prosedur ini cukup umum untuk anak laki-laki yang baru lahir di beberapa bagian dunia. Sunat setelah periode bayi baru lahir dimungkinkan.

Terkadang ada kebutuhan medis untuk sunat, seperti saat kulup terlalu kencang untuk ditarik ke belakang (ditarik) melewati kelenjar. 

Dalam kasus lain, terutama di beberapa bagian Afrika, sunat dianjurkan untuk anak laki-laki atau laki-laki yang lebih tua untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual tertentu. (Ant/OL-1)

Baca Juga

DOK BSI

BSI Kirimkan Relawan Medis ke Lokasi Terdampak Erupsi Semeru

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Desember 2021, 07:51 WIB
Untuk bantuan tahap awal, BSI menyalurkan bantuan berupa paket sembako, makanan siap saji, alat prokes, dan menurunkan tim medis dari...
Medcom

Dokter Tengah Pelajari Reumatik Autoimun di Penyintas Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 07:15 WIB
"Beberapa jurnal melaporkan adanya pasien-pasien yang didiagnosaarthritis rheumatoid (RA) pascainfeksi covid-19. Namun, hasil...
Dok. Pribadi

Santri Dibekali Kemampuan dan Pengetahuan Digital

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:32 WIB
Menurutnya, inklusi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan di Perpres No. 114 tahun 2020 tentang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya