Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
JAMU merupakan salah satu warisan budaya Indonesia. Namun, minat kalangan muda terhadap jamu dinilai belum terlalu besar, terutama pada eksistensi rempah-rempah sebagai bahan utama pembuatan jamu.
Melihat fakta tersebut, kedai jamu Acaraki berkomitmen meningkatkan minat masyarakat terhadap jamu dengan menghadirkan gerai terbarunya di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Acaraki ingin merevitalisasi jamu sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan sebagai upaya penguatan identitas Indonesia.
Marketing Manager Acaraki Arief Eka Wardana mengatakan, kedai terbaru Acaraki diharapkan bisa makin memperkenalkan jamu dan menarik minat generasi muda terhadap jamu. Terlebih, kedai terbaru Acaraki berada di lokasi yang dekat dengan kawasan Universitas, serta pusat rekreasi generasi muda.
"Salah satu caranya adalah dengan menyesuaikan cita rasa jamu dengan lidah kalangan milenial dan metode seduh kopi yang sedang berkembang saat ini," kata Arief.
Baca juga : Dorong Minat Terhadap Seni Lewat Ruang Digital
Sebelumnya, kedai Acaraki sudah hadir di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dan Kemang, Jakata Selatan. Arief berharap, semakin banyaknya kedai Acaraki bisa kembali menumbuhkan minat terhadap jamu, bahkan sampai membawa jamu mendunia.
Dalam perayaan pembukaan (opening ceremony) kedai Acaraki di AEON Mall Tanjung Barat, founder Acaraki Jony Yuwono ikut melakukan pembuatan jamu bersama dengan sejumlah influencer. Di kedai terbaru itu, Acaraki juga membuat konsep pembuatan jamu dengan cara diseduh yang tidak meninggalkan identitas asli jamu.
Di seremoni pembukaan kedai baru Acaraki, juga hadir sejumlah penjual jamu gendong yang ikut membuat jamu dengan cara tradisional.
Kedai Acaraki mengambil nama dari prasasis Madhawapura, sebuah prasasti yang berisi catatan tentang profesi. Tertulis didalamnya mengenai sebutan Abhasana bagi pembuat pakaian, Angawari sebagaipembuat kuali, dan Acaraki sebagai Peracik Jamu. (RO/OL-7)
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Generasi muda, termasuk yang tergabung dalam Karang Taruna, didorong untuk terus terlibat dalam memperkuat sektor ekraf.
Beberapa pemuda terlihat mengacungkan balok dan menghantamkan benda tersebut ke arah mobil yang melintas
PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XX/Tahun 2025 yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu lokal dinilai berpotensi mengubah peta demokrasi Indonesia secara drastis.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
Ketua Badan POM Taruna Ikrar mengatakan, jamu tidak pernah sekadar soal nostalgia. Ia memandang jamu sebagai warisan pengetahuan, kekayaan biodiversitas, sekaligus potensi ekonomi kreatif.
Sejak 2000, kata Irwan, Sido Muncul mulai melakukan uji toksisitas dan uji khasiat.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Katarak saat ini menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia, seperti juga di Manggarai Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved