Rabu 10 November 2021, 11:15 WIB

Turunkan Alat Berat, Pemerintah Daerah Buka Akses Jalan Tertutup Material Longsor

Atalya Puspa | Humaniora
Turunkan Alat Berat, Pemerintah Daerah Buka Akses Jalan Tertutup Material Longsor

ANTARA/Budiyanto
Relawan mengevakuasi barang warga yang terdampak longsor di Desa Giinanjar, Kecamatan Ciambar, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (2/5/2021).

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menurunkan alat berat untuk penanganan tanah longsor yang terjadi di sekitar Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Material longsor sempat menutup jalan lintas provinsi sehingga tidak dapat dilalui kendaraan pada Selasa malam (9/11). Sebanyak 7 titik longsoran terpantau di sepanjang jalan provinsi tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, pengerahan alat berat oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya mampu mempercepat pembukaan akses jalan sehingga pada pukul 23.30 WIB jalan dapat dilalui kendaraan.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi yang juga berada di lokasi terdampak menginformasikan bahwa kondisi jalan licin karena material tanah yang tersisa pada permukaan jalan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (10/11).

Baca jugaSeminar Online FKM UI: Kesehatan Fisik dan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Peristiwa tanah longsor juga berdampak pada terisolasinya sejumlah kampung di Kecamatan Jampang Tengah. Informasi yang diterima dari BPBD setempat, kampung terdampak yaitu Kampung Cipeusing, Bantar Peauteuy, Ciguha Tonggoh, Ciguha Lebak dan Sindangsari. Catatan sementara, 2 KK atau 8 jiwa terdampak insiden yang terjadi pada Selasa (9/11), pukul 20.00 WIB.

Kronologi kejadian tersebut dipicu oleh intensitas hujan lebat yang kemudian mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Kaji cepat BPBD setempat mencatat 4 unit rumah warga terancam material longsor. Selain tanah longsor, banjir di kawasan tersebut mengakibatkan 10 KK mengungsi sementara waktu ke tempat saudara.

Kecamatan Jampang Tengah merupakan salah satu dari 46 kecamatan yang memiliki potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sedangkan analisis potensi gerakan tanah (longsor) pada November 2021 ini, kawasan Sukabumi merupakan wilayah teridentifikasi yang berpotensi longsor.

Pada hari ini, Rabu (10/11) prakiraan cuaca menyebutkan bahwa kawasan Sukabumi masih berpeluang hujan petir pada siang hingga menjelang malam hari. Sedangkan pada esok hari (11/11), cuaca berpeluang cerah hingga hujan ringan.

"Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi basah, baik banjir maupun tanah longsor, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga. BNPB telah menyampaikan arahan mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah," tutup Abdul. (H-3)

Baca Juga

MI/ HO

Dirjen Pendis Ajak Guru Beradaptasi dengan Kondisi Kontemporer

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:58 WIB
Ramdani mengajak agar para guru terus aktif mengikuti perkembangan...
MI/ Moh Irfan

Covid-19 Masih Menginfeksi, Hari ini 224 Kasus Positif

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:42 WIB
Dengan penambahan kasus positif hari ini, maka total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai jumlah 6.054.173...
AFP/Brian WJ Mahy.

CDC Sebut Kasus Cacar Monyet Serang Pelaku Homoseksual

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 17:25 WIB
CDC mendesak penyedia layanan kesehatan di AS untuk waspada terhadap pasien yang memiliki penyakit ruam yang konsisten dengan cacar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya