Selasa 09 November 2021, 09:08 WIB

Pemuda Tangguh Cegah Stunting dan Covid-19

mediaindonesia.com | Humaniora
Pemuda Tangguh Cegah Stunting dan Covid-19

ANTARA/MAULANA SURYA
Petugas mengukur tinggi balita saat sosialiasi pemberian gizi sehat untuk mencegah kegagalan tumbuh kembang anak (stunting) di Jawa Tengah,

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) gencar melakukan sosialisasi pencegahan stunting di kalangan generasi muda. Hal ini dilakukan lantaran menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia sehingga dapat mencapai target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo sebesar 14%.

Dirjen IKP Kominfo ­Usman Kansong mengatakan, keseriusan pemerintah dalam mengatasi stunting dilakukan dengan penganggaran kesehatan yang direncanakan 9,4% dari belanja negara. Anggaran sebesar itu tentu diharapkan bisa mewujudkan generasi sehat dan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

“Anggaran ini akan di­serahkan salah satunya untuk percepatan penurunan stunting yang dilakukan melalui perluasan cakupan seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Usman beberapa waktu lalu.

Menurutnya, untuk mencapai penurunan prevalensi stunting sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah, dibutuhkan kerja sama tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat, khususnya generasi muda sebagai calon orang tua di masa depan. Untuk menyosialisasikan hal ini, Ditjen IKP pun membuat kampanye Generasi Bersih dan Sehat atau GenBest.

Hal ini merupakan inisiasi Kominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. GenBest mendorong masyarakat, khususnya gene­rasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kesehatan dan gizi remaja sangat penting untuk diperhatikan, karena berpengaruh tidak hanya untuk diri remaja tetapi juga untuk membebaskan anak-anak mereka dari stunting di masa depan,” lanjut dia.

Dokter Mario Johan ­Heryputra mengatakan, makanan yang memiliki gizi baik untuk mencegah stunting sejak dini ialah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, serta buah yang seimbang.

“Makanan yang bergizi baik untuk remaja harus tinggi kalori karena remaja punya aktivitas yang padat sehingga butuh banyak ener­gi. Makanan untuk remaja harus tinggi protein dan lemak untuk memperkuat otot, mengandung serat, dan mengandung mikronutrien lain seperti zat besi dan kalsium,” ujar Mario.

Seperti diberitakan, sejak 2017 lalu, Kementerian Kesehatan menggunakan slogan ‘Isi Piringku’ sebagai Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Penggantian slogan ini terjadi karena panduan ‘4 Sehat 5 Sempurna’ tidak memiliki takaran baku yang dapat menimbulkan masalah jika porsi dan gizinya tidak seimbang.

Pada kampanye ‘Isi Pi­ringku’, porsi makan yang dikonsumsi dalam satu pi­ring terdiri atas 50% buah dan sayur, dan 50% sisanya karbohidrat dan protein. Hal ini menunjukkan bahwa ‘Isi Piringku’ menunjukkan gizi seimbang karena kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.

Kebersihan juga menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam upaya mencegah stunting. Menurut Mario, ada tiga korelasi antara kebersihan dan stunting, yaitu diare, penyakit cacingan, serta gangguan pencernaan.

“Ketiga hal ini menjadi faktor penyebab kurang optimalnya penyerapan nutrisi di dalam tubuh, dan jika terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan stunting,” lanjut dia.

Mario juga mengatakan stunting bisa disebabkan karena kehamilan di usia muda. Remaja usia 15-19 tahun berisiko mengalami kekurangan energi kronik sebesar 49,6% dan mengalami anemia. Oleh karena itu, apabila remaja di usia tersebut mengalami kehamilan, akan berpotensi melahirkan anak yang stunting.

Pemuda juga berperan melawan covid

Peran pemuda yang amat besar dapat menentukan masa depan bangsa. Tidak hanya berperan melawan stunting, mereka juga bisa berperang melawan pandemi covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun. Salah satunya dengan menangkal hoaks yang ada di sekitar mereka.

Usman mengatakan, sejauh ini belum ada kepastian waktu kapan wabah pandemi akan berakhir. Kebijakan yang bisa ditempuh melakukan upaya preventif untuk menekan laju persebaran virus dan jumlah korban yang muncul.

“Menangani covid-19 tidak bisa business as usual. Kolaborasi atau gotong royong serta ikhtiar bersama dengan berbagai pihak merupakan suatu keniscayaan,” katanya.

Menurut Usman, kolabo­rasi antara Kominfo dan Majelis Ulama Indonesia merupakan bagian dari salah satu program pemerintah untuk terus menekan kasus pertumbuhan covid-19. Salah satunya ialah program vaksinasi merupakan salah satu kebijakan, yang menurut Usman, membutuhkan peran dari MUI.

Salah satu kendala teknis dalam pemahaman dan keyakinan masing-masing individu masyarakat terkait vaksin. MUI telah turut membantu literasi dalam menekan dan mencegah penyebaran covid-19 dengan memberikan pencerahan secara signifikan melalui jaringan MUI hingga level desa atau kelurahan.

Ia berharap, ikhtiar bersama antara Kominfo dan MUI akan mampu menyukseskan program vaksinasi yang akan menghasilkan herd immunity sehingga masyarakat bisa bangkit kembali dan bisa perlahan-lahan meningkatkan perekonomian bangsa.

“Kominfo konsisten mewujudkan atmosfer digital yang positif, memublikasikan kontranarasi atas informasi yang tidak benar dan mengedepankan pendekatan kolaboratif,” kata Usman.

Sementara itu, Menkominfo Johnny G Plate menambahkan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk melindungi masyarakat dalam beraktivitas dan kehidupan sehari-hari di tengah pandemi.

“Dalam rangka menuju hidup berdampingan dengan covid-19, pemerintah tengah mempersiapkan peta jalan dan infrastruktur pendukungnya. Kepada masyarakat, kami mendorong untuk disiplin memakai masker, segera vaksinasi dan juga memanfaatkan teknologi informasi,” kata Johnny.

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk melindungi masyarakat dalam beraktivitas dan kehidupan sehari-hari di tengah pandemi.

“Dalam rangka menuju hidup berdampingan dengan covid-19, pemerintah tengah mempersiapkan peta jalan dan infrastruktur pendukungnya. Kepada masyarakat, kami mendorong untuk disiplin memakai masker, segera vaksinasi dan juga memanfaatkan teknologi informasi,” jelas dia. (Gan/S2-25)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fauzan

KSP: Syarat Perjalanan ke Luar Negeri akan Diperketat

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:09 WIB
Salah satu tantangan dalam melakukan pembatasan ke luar negeri adalah pada saat proses identifikasi...
 ANTARA /Budiyanto

Rawan Gempa Tektonik, Pengetahuan Mitigasi di Masyarakat Sangat Penting

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:05 WIB
Selain berada pada zona subduksi, Pulau Sumatra dan Jawa banyak memiliki struktur sesar aktif. Pergerakan sesar aktif juga memicu...
MI/Dok Kemenkominfo

Sebanyak 1,4 Juta Vaksin Covid-19 AstraZeneca Tiba di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:42 WIB
Vaksin dalam tahap kedatangan ke-198 dan 199 ini merupakan donasi dari Pemerintah Belanda dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya