Kamis 04 November 2021, 15:52 WIB

Menteri LHK : Pesan Presiden Jokowi Jelas, Harus Ada Keseimbangan

mediaindonesia.com | Humaniora
Menteri LHK : Pesan Presiden Jokowi Jelas, Harus Ada Keseimbangan

Ist
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehuhatan RI Siti Nurbaya berbicara di forum COP26 UN Climate Conference, Glasgow, Skotlandia.

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menegaskan kembali pesan Presiden Joko Widodo, bahwa setiap pembangunan yang dilakukan pemerintah harus seiring sejalan dengan kebijakan untuk menurunkan deforestasi dan emisi.

''Pesan Presiden sudah jelas. Harus ada keseimbangan. Presiden Jokowi juga menekankan, setiap Kementerian dalam membangun apapun harus memperhatikan lingkungan dan dampaknya," tegas Menteri LHK Siti Nurbaya di Glasgow, Skotlandia, Kamis (4/11). 

"Pesan itu telah direalisasikan dalam langkah kerja lapangan yang dalam beberapa waktu ini terus berlangsung,'' ucap Menteri LHK. 

Dalam kurun waktu 6-7 tahun terakhir, Indonesia secara nyata telah menunjukkan komitmennya dalam bentuk kerja nyata di lapangan terutama dalam menekan angka deforestasi dan penurunan emisi.

Di tahun 2020, angka deforestasi turun drastis hanya tinggal 115,2 ribu hektare (ha). Angka deforestasi di tahun ini, menjadi angka deforestasi terendah dalam 20 tahun terakhir. 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga bisa ditekan hingga 82 % di tahun 2020, saat dunia sedang mengalami cuaca esktrem yang mengakibatkan negara seperti Amerika, Kanada, dan lainnya harus mengalami karhutla.

''Kita bersyukur di tahun 2019 dan tahun 2020, Indonesia bisa terhindar dari duet bencana asap karhutla dan corona, mengingat cuaca ekstrem yang sedang melanda dunia,'' kata Menteri Siti.

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah lainnya dengan moratorium hutan primer dan gambut seluas 66 juta ha, penataan regulasi, pengendalian dan pemulihan lahan gambut lebih kurang 3,4 juta ha. 

Selain itu juga dilakukan optimasi lahan tidak produktif, penegakan hukum, restorasi, rehabilitasi hutan untuk pengayaan tanaman dan peningkatan serapan karbon.

''Sejak 2019 Presiden telah meningkatkan penanaman kembali 10 kali lipat, dan pengelolaan hutan lestari,'' kata Menteri Siti.

Pengendalian hutan tanaman pada sekitar 14 juta hutan tanaman dengan antara lain metode reduce impact logging serta pengelolaan perhutanan sosial untuk petani kecil.

Sampai tahun 2021 lebih kurang 4,7 juta ha telah dibagikan kepada masyarakat, dan diproyeksikan sampai dengan selesai akan mencapai 12,7 juta ha. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok.MI

Pusat Minta DKI Jakarta, Jabar dan Banten Tekan Kasus Covid-19

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:04 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten menyumbang 13 ribu kasus atau 90,4% dari total 14 ribu kasus dalam...
MI/RAMDANI

DKI Jakarta Jadi Medan Perang Pertama Lawan Omikron

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:58 WIB
"Pola penyebaran omikron mulainya di Jakarta dulu. Kalau saya lihat polanya bergeser ke Jawa Barat dan Banten kemudian ke Jawa Timur...
Ist/Hotel Sahid Jaya Solo

Rutin Tiap 3 Bulan, Hotel Sahid Jaya Solo Gelar Donor Darah 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:53 WIB
Hotel Sahid Jaya Solo kembali menggelar aksi sosial berupa donor darah sebagai salah satu realisasi program Corporate Social Responcibility...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya