Rabu 03 November 2021, 10:05 WIB

Ayo Mengenal Perbedaan TOEFL, TOEIC, dan IELTS

Farrel Ardan | Humaniora
Ayo Mengenal Perbedaan TOEFL, TOEIC, dan IELTS

petersons.com
Ilustrasi

 

ANDA mungkin pernah mendengar ada beberapa jenis tes kemampuan berbahasa Inggris. TOEFL, IELTS, dan TOEIC adalah tes bahasa Inggris yang umum digunakan di Indonesia.  Masing-masing memiliki standar tes dan kegunaan masing-masing. 

Baca juga: Tips Belajar Bahasa Korea secara Otodidak

Meskipun berbeda, ketiga tes tersebut berfungsi untuk menilai kemampuan berbahasa Inggris seseorang.

Berikut perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC serta kegunaannya:

Test of English as a Foreign Language (TOEFL)

TOEFL adalah ujian bahasa Inggris terpopuler untuk pengguna Bahasa Inggris non-native. Bahasa yang digunakan dalam tes ini adalah American English. Di TOEFL kita diuji materi listening, reading, dan structure. 

Macam-macam tes TOEFL

TOEFL memiliki empat macam pilihan ujian. 

1. IBT atau internet-based Test 

Ujian ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Nilai tertinggi yang dapat kamu raih untuk ujian ini adalah 120 poin. Jika Anda ingin mengikuti ujian iBT di Jakarta, kamu harus membayar kurang lebih US$190  atau sekitar Rp2,4 juta.

2. CBT (Computer Based Test) 

Anda akan mengerjakan tes TOEFL langsung di komputer. Tipe soal pada ujian ini biasanya meliputi listening, reading, structure, dan ada tambahan writing. Angka untuk skor ujian TOEFL CBT ini adalah 30-300.

3. PBT atau Paper-based Test. 

Ujian ini dibagi menjadi empat bagian juga, yaitu listening, structure and written expression, reading comprehension, dan Jumlah poin yang dapat kamu dapatkan berkisar di antara 310-667 poin.

4. ITP (Institutional Testing Program) 

Skor tes bersifat institusional atau hanya berlaku pada institusi dan negara tertentu. Tipe soal yang diujikan antara lain listening, structure and writter expression, dan reading comprehension. Skor maksimal TOEFL ITP adalah 500 hingga 600.

Di Indonesia, tes TOEFL CBT dan PBT sudah diganti menjadi IBT. Jadi, buat Anda yang ingin tes TOEFL untuk ke luar negeri sebaiknya langsung mengikuti tes TOEFL IBT saja. 

Hasil ujian TOEFL-mu dapat digunakan untuk mendaftarkan diri untuk kuliah atau program beasiswa. Namun, hasil ini hanya dapat digunakan selama 2 tahun saja. Jika lebih, maka tidak berlaku lagi. Setelah 2 tahun, kamu harus mengikuti ujian ulang.

International English Language Testing System (IELTS)

Berbeda dengan TOEFL, kemampuan bahasa Inggris yang diuji dalam IELTS adalah Bahasa Britania atau British English. Biasanya, tes IELTS digunakan oleh institusi-institusi di Australia, Inggris, dan Selandia Baru.

Macam-macam tes IELTS

IELTS memiliki dua bentuk ujian yang berbeda, yaitu: 

1. Academic 

Versi IELTS yang digunakan untuk mendaftar kuliah, sekolah atau profesi-profesi kedokteran.

2. General Training 

Digunakan untuk orang-orang yang ingin bekerja atau migrasi ke negara sekitar Eropa, seperti UK, Selandia Baru, dan Australia. 

Kedua versi dari ujian IELTS ini dibagi menjadi tiga bagian. Durasi 40 menit dari ujian akan digunakan untuk bagian listening, 60 menit untuk reading, dan 60 menit lagi untuk writing. 

Hasil dari nilai IELTS diurutkan dengan 9-band scoring system dengan nilai maksimal 40. Nilai tertinggi yaitu 9 akan dinyatakan sebagai Expert User, sedangkan nilai terendah yaitu 1 dinyatakan sebagai Non User.

Test of English for International Communication (TOEIC)

Dikembangkan pada 1979, ujian ini ditujukan untuk mengukur kemahiran seseorang dalam bahasa Inggris pada level tertentu. Level yang dimaksud adalah Intermediate (menengah) dan advance (lanjutan). 

Pada umumnya ada di negara Asia seperti Korea dan Jepang.

Mengutip Kampung Inggris LC, tes TOEIC akan memberikan tes dengan berbagai aksen. Aksen yang ada di tes ini adalah Australian, American, British, dan North American. 

Kemampuan bahasa Inggris yang diujikan lebih sedikit dibanding TOEFL dan IELTS. TOEIC hanya menyajikan soal listening comprehension dan reading comprehension. Nilai TOEIC berkisar antara 10-990.

Fungsi TOEFL, IELTS, dan TOEIC

Test of English as a Foreign Language (TOEFL)

TOEFL ini sering digunakan buat masuk universitas atau lembaga-lembaga pemerintahan. Biasanya kalau mau masuk universitas minimal scorenya berkisar antara 450 sampai 500 tergantung universitasnya. 

TOEFL juga bisa untuk cari beasiswa, juga untuk mereka yang mau belajar di Amerika Serikat (AS).

Selain untuk akademis, nilai TOEFL tertentu juga dipakai untuk melamar pekerjaan. Beberapa instansi pemerintah dan swasta mewajibkan peserta memiliki skor TOEFL tertentu saat melamar.

International English Language Testing System (IELTS)

Ada dua versi tes yang ada di IELTS: academic dan general training. 

Jika ingin melanjutkan kuliah, versi academic-lah yang harus diambil. Versi general training digunakan untuk bekerja atau bermigrasi ke Inggris atau negara persemakmuran. 

Biasanya IELTS dibutuhkan untuk keperluan yang lebih penting dari cuma sekedar pendidikan, seperti pembuatan visa kerja diluar, atau perpindahan kewarganegaraan biasanya harus tes IELTS dulu.

Test of English for International Communication (TOEIC)

TOEIC biasnya diambil buat para calon pengajar Bahasa Inggris atau mau menjadi pengajar di luar negeri. Tes ini akan mengukur kemampuan karyawan tersebut dan membaginya ke level tertentu. 

TOEIC lebih difokuskan pada pemahaman bisnis, sehingga cocok untuk pekerja. Beberapa perusahaan asing memakai tes ini untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris karyawan dan calon karyawan. Level dalam TOEIC ada dua yaitu intermediate dan advance. (OL-1)

Baca Juga

MI/depi gunawan

Terjadi Peningkatan Aktivitas Gempa, 729 Kali dalam 20 Hari Pertama 2022

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 12:09 WIB
Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas gempa di Indonesia mengalami peningkatan. Rata-rata, wilayah Indonesia hanya mengalami gempa sebanyak...
ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho

Kasus Covid-19 Tembus di Atas 2 Ribu, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 11:15 WIB
Apabila memang harus bepergian dan mengunjungi ruang publik yang berisiko bertemu banyak orang, protokol kesehatan sama sekali tidak boleh...
 ANTARA/ Novrian Arbi

Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma Keagamaan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 10:10 WIB
Tidak adanya pasal yang mengatur tentang hak terlapor yang terfitnah. Karena ini membuka peluang kasus terlapor sebagai playing victim dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya