Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTROVERSI menyoal air galon masih saja terjadi di masyarakat. Pasalnya, ada masih menganggap air mineral di galon tidak sehat, namun sebaliknya sebagian lagi menilai tidak seberapa. Tentu saja semua itu berdasarkan hasil penelitian masing-masing.
Seperti misalnya saat Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia dan Greenpeace Indonesia, sebuah lembaga nirlaba dengan agenda advokasi lingkungan mempublikasikan hasil riset keberadaan mikroplastik pada air minum dalam wadah galon sekali pakai akhir September silam. Banyak hal dipertanyakan dalam riset itu.
Baca juga: Kendalikan Pengambilan Air Tanah, Pemprov DKI akan Bangun ...
Sebab, menurut Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan pada Badan Pengawas Obat dan Makanan, Rita Endang, penilaian WHO itu belum bergeser. Berbicara dalam sebuah diskusi online yang digelar sebuah lembaga advokasi konsumen, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, di Jakarta, pekan lalu, dia menyebut WHO belum merekomendasikan pemantauan rutin atas mikroplastik. "Sampai saat ini, belum ada risiko kesehatan terkait mikroplastik," katanya.
Menurut Rita, Pada 2020, rapat bersama Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives jelas sekali menyampaikan adalah belum menjadi prioritas bagi mikroplastik untuk diadakan analisa. “Bahkan pada 2021, otoritas keamanan pangan tertinggi Eropa, European Food Safety Authority, juga menyampaikan hal yang sama, (pemantauan rutin) mikroplastik belum menjadi prioritas," ujarnya
Laporan Microplastic in Drinking-water oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, antara lain merujuk hasil riset Fredonia dan sekitar 50 riset sejenis lainnya di seluruh dunia, hadir untuk menjawab pertanyaan dan kecemasan global ihwal kemungkinan dampak mikroplastik dalam air minum pada kesehatan manusia.
Dalam laporan setebal 124 halaman digambarkan bahwa mikroplastik sebagai ubiquitous, ada dimana- mana, di semua lingkungan, dari perairan laut hingga makanan, dari udara hingga air minum, baik dalam botol maupun dari air keran. Hanya saja, belum ada penelitian yang konklusif ihwal efeknya pada kesehatan manusia dan sebab itu tak perlu menimbulkan kecemasan. (Ant/A-1)
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved