Rabu 20 Oktober 2021, 16:15 WIB

Kemenag Luncurkan Buku Manasik Haji dan Umrah Masa Pandemi Covid-19

Zubaedah Hanum | Humaniora
Kemenag Luncurkan Buku Manasik Haji dan Umrah Masa Pandemi Covid-19

Kemenag
Kemenag meluncurkan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah pada Masa Pandemi.

 

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) meluncurkan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah pada Masa Pandemi guna menjawab kebutuhan umat di masa pandemi covid-19.

Peluncuran buku tersebut dilakukan Dirjen PHU Hilman Latief, didampingi Direktur Bina Haji (Dirbina Haji) Khoirizi H. Dasir, dan Kasubdit Bimbingan Jemaah Arsyad Hidayat, di Yogyakarta.

“Apresiasi saya berikan kepada Dirbina dan tim yang telah menyusun buku ini, semoga dapat menjadi rujukan masyarakat luas,” ungkap Hilman, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (20/10).

Selanjutnya, Hilman berharap  buku dapat diperbanyak dan sejak dini bisa diberikan kepada jemaah haji. “Sebab saat ini perlu edukasi manasik di masa pandemi sebagai antisipasi. Kita tingkatkan profesionalisme layani jemaah,” ajaknya.

Di sisi lain Hilman juga menyinggung pelonggaran social distancing yang dilakukan Saudi. “Saudi bisa setenang itu karena sebagian besar penduduknya sudah divaksin. Mudah-mudahan ini menjadi angin segar bagi kita,” urai Hilman.

“Kita perlu meyakinkan ke pemerintah Saudi bahwa jemaah kita clear, secure,” sambungnya lagi. Untuk itu, lanjut Hilman, kebijakan pemberangkatan haji dan umrah harus berbasis data.

Sebelumnya, Kasubdit Bimbingan Jemaah Arsyad Hidayat menyebutkan peluncuran buku panduan ini merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi penyelenggaraan haji dan umrah di masa pandemi. Kegiatan yang berlangsung hingga Kamis, 21 Oktober 2021 ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari pejabat dan pelaksana Ditjen PHU, Kasi pada Bidang PHU Kanwil Kemenag DIY dan Jateng, serta pimpinan KBIHU Jateng dan DIY.

“Tujuan kegiatan ini untuk menyosialisasikan penyelenggaraan haji dan umrah di masa pandemi. Selain itu juga meningkatkan pengetahuan dan menyamakan persepsi manasik haji dan umrah,”ujar Arsyad menerangkan.

Pembimbing perempuan
Selain meluncurkan buku panduan, Kemenag juga menyampaikan sejumlah kebijakan. Pertama, Kemenag akan mendorong penambahan pembimbing haji perempuan karena jumlah jemaah haji perempuan lebih banyak dari jemaah laki-laki.

"Kita akan dorong pembimbing haji dari kalangan perempuan," kata Hilman.

Jika merujuk pada data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), pada musim haji 1440 H/2019 M, jumlah jemaah haji perempuan memang lebih banyak daripada laki-laki. Diketahui ada 119.263 jemaah haji perempuan (55,37%) serta 96,114 jemaah haji laki-laki (44,63%).

Selain itu, Kemenag juga akan melakukan sertifikasi pembimbing dan petugas haji bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selama ini, proses sertifikasi baru diberlakukan untuk pembimbing haji, bekerjasama dengan sejumlah Universitas Islam Negeri (UIN).

"Ke depan, pembimbing dan petugas haji akan bersertifikasi dari BNSP sehingga jelas profesinya," sebut Hilman.

Meski bekerjasama dengan BNSP, pihaknya tetap akan melibatkan UIN dalam penyelenggaraannya. Sertifikasi BNSP, kata Hilman, bertujuan untuk menjamin mutu kompetensi, sekaligus pengakuan terhadap para pembimbing dan petugas haji. Sehingga, tugas ini nantinya bisa menjadi sebuah profesi melalui proses sertifikasi kompetensi. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso

Momentum Bonus Demografi, Lulusan PT Diharapkan Ciptakan Lapangan Kerja

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 02 Desember 2021, 09:25 WIB
Masyarakat usia produktif dapat menjalankan tiga fungsi yaitu dapat menghidupi dirinya sendiri, menghidupi mereka yang tidak atau belum...
ANTARA

Tampil di Waiwai World Fair 2021, Tim Seni Budaya Indonesia Pukau Warga Shizuoka

👤 Faustinus Nua 🕔Kamis 02 Desember 2021, 09:05 WIB
Diplomasi budaya ini sangat penting dalam penguatan hubungan Indonesia-Jepang yang akan mencapai 65 tahun pada tahun...
DOK DPR RI

Komisi IX Pantau Penanganan ‘Stunting’ di Kota Tangerang

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 08:17 WIB
Permasalahan stunting ini, menurut Melki, merupakan perkara yang serius. Pasalnya, anak yang mengalami gagal tumbuh akan berpengaruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya