Senin 18 Oktober 2021, 21:25 WIB

Tanoto Foundation Latih Ribuan Guru Percepat Digitalisasi Pembelajaran

Media Indonesia | Humaniora
Tanoto Foundation Latih Ribuan Guru Percepat Digitalisasi Pembelajaran

Dok Tanoto Foundation
Suasana pelatihan yang dilakukan melalui daring.

 

UNTUK mengakomodasi dan mempercepat digitalisasi pembelajaran, pelatihan guru, serta kepala sekolah di Indonesia, Tanoto Foundation menggelar pelatihan berbasis digital Program PINTAR 2021/2022 

Pelatihan ini melibatkan 1.100 fasilitator pembelajaran dan manajemen sekolah yang akan melatih dan mendampingi lebih dari 10 ribu guru dan kepala sekolah dari 842 sekolah serta madrasah di lima provinsi, yaitu Sumatra Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur. 

"Kami mendukung para guru dan tenaga pendidik untuk berani mencoba, bereksperimen, mengonstruksi, berimajinasi, dan membuat definisinya sendiri tentang pembelajaran yang kaya digital," ujar CEO Global Tanoto Foundation, J Satrijo Tanudjojo ketika membuka acara pelatihan berbasis digital Program PINTAR, di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Menurut Satrijo, transformasi pembelajaran menggunakan teknologi harus dimulai dari diri guru-guru dan tenaga pendidik yang akan menjadi fasilitator pembelajaran.
 
Pelatihan berbasis digital Program PINTAR menerapkan model pelatihan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Polanya dengan memasukkan unsur-unsur gamifikasi untuk mendorong pelatihan virtual yang lebih menyenangkan, menggunakan learning management system (LMS), dan mempraktikkan pembelajaran yang terintegrasi teknologi untuk mendorong keaktifan siswa.

Dengan mengikuti pelatihan berbasis digital program PINTAR, guru dapat belajar untuk memadukan konsep belajar mandiri dan terpandu, memanfaatkan ragam teknologi digital untuk mendukung pembelajaran di kelas.

Menurut Training Lead Program PINTAR, Golda Simatupang, pelatihan dan pendampingan ini akan berjalan sekitar tiga bulan. “Kami akan terus belajar bersama para guru dan kepala sekolah di lapangan untuk memperbaiki sistem pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan anak-anak tidak hanya di masa kini tapi juga untuk masa depan mereka nanti,” jelas Golda.

Peserta akan difasilitasi untuk berpraktik langsung bersama fasilitator Program PINTAR yang memberi penguatan, pendampingan, dan menciptakan ruang diskusi antar guru. Hal itu untuk memastikan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan dalam pelatihan maupun pembelajaran di kelas.

Pada acara ini Tanoto Foundation juga memperkenalkan website PINTAR terbaru yang berfungsi sebagai sumber belajar bagi guru, orang tua, kepala sekolah, dosen, pemangku kepentingan, dan mitra pembangunan. 

"Pengguna website dapat memanfaatkan praktik-praktik baik yang inovatif dan praktis yang telah dikurasi oleh tim ahli untuk diterapkan langsung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran aktif, literasi, manajemen sekolah, parenting, dan penyiapan mahasiswa calon guru yang berbasis praktik melalui pintar.tanotofoundation.org yang tidak lama lagi akan diluncurkan," ungkap Golda.

Percepat digitalisasi pendidikan

Sementara Sekjen Kemendikbudristek, Suharti menyebut indikator keberhasilan program digitalisasi pendidikan di Indonesia sangat tergantung pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusianya. 

Kemendikbudristek telah menyiapkan digitalisasi pendidikan termasuk platformnya, kurikulumnya, dan juga kualifikasi pendidik yang dibutuhkan saat. Hanya saja, tidak bisa kita pungkiri bahwa masih terdapat guru-guru yang masih kesulitan untuk menjalankan pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh. 

Peningkatan kapasitas bagi guru dan kepala sekolah sangat penting, supaya mereka mampu memberikan pembelajaran yang berkualitas dan relevan, khususnya terkait dengan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. 

"Mewakili Kemendikbudristek, kami mengapresiasi Tanoto Foundation atas bantuan, komitmen, dan kontribusi pada dunia pendidikan Indonesia melalui Program PINTAR yang mendukung peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah dalam bertransformasi memfasilitasi pembelajaran berkualitas, relevan, dan memanfaatkan teknologi," tutur Suharti.
 
Sedangkan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag HM Ali Ramdhani mengungkapkan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan sebuah kemutlakan yang harus dilakukan. 

"Jika hal tersebut sudah dilakukan, kelak anak-anak kita secara mindset sudah siap untuk menghadapi kehidupan di masa depan," kata Ali seraya mengungkapkan ia ingat pesan orang tuanya bahwa orang yang terpelajar hanya memiliki masa lalu, sedangkan orang yang terus belajar adalah orang yang akan memiliki masa depan. 

"Karena itu, saya berterima kasih pada Tanoto Foundation yang telah memberikan fasilitas agar kita tidak jadi pemilik masa lalu, melainkan pemilik masa depan yang selalu beradaptasi untuk dinamika peradaban," tandas Ali. (RO/O-2)

Baca Juga

Dok. LaSalle College Jakarta

LaSalle College Jakarta Angkat Wastra Nusantara di JFW 2022 dengan Tema Prolusio 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:50 WIB
Tahun ini, LaSalle College menampilkan 14 desainer yang mengangkat wastra nusantara sebagai...
MI/ Irfan

Vaksinasi Lansia di Temanggung Lampaui 60 Persen

👤Ant 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:47 WIB
"Maka semua indikator level pandemi telah memenuhi syarat untuk masuk level 1,"...
Dok. UNJ

UNJ Kukuhkan 3 Guru Besar dari 3 Fakultas 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:10 WIB
Tiga guru besar yang dikukuhkan, yaitu Wardani Rahayu yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Matematika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya