Minggu 03 Oktober 2021, 09:55 WIB

Kontaminasi Paracetamol di Teluk Jakarta Akibat Konsumsi Berlebihan Warga DKI

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Kontaminasi Paracetamol di Teluk Jakarta Akibat Konsumsi Berlebihan Warga DKI

MI/ Susanto
TERCEMAR: Warga menjaring ikan di Kali Ciliwung Jakarta. Pencemaran sampah dan limbah obat-obatan mengancam keanekaragaman hayati di sana.

 

ANGGOTA tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zainal Arifin menjelaskan paracetamol yang terkandung pada Muara Angke dan Ciliwung berasal dari produk obat atau farmasi yang sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia secara bebas tanpa resep dokter.

"Hasil penelitian awal yang kami lakukan ingin mengetahui apakah ada sisa paracetomol yang terbuang ke sistem perairan laut," kata Zainal, Minggu (3/10).

Untuk diketahui, sebelumnya tim peneliti dari BRIN dan University of Brighton UK menemukan kontaminasi air di Teluk Jakarta yaitu di kawasan Angke, Ancol, Tanjung Priok, dan Cilincing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa parameter nutrisi seperti Amonia, Nitrat, dan total Fosfat, melebihi batas Baku Mutu Air Laut Indonesia. Selain itu, parasetamol terdeteksi di dua situs, yakni muara sungai Angke (610 ng/L) dan muara sungai Ciliwung Ancol (420 ng/L), keduanya di Teluk Jakarta.

Konsentrasi parasetamol yang cukup tinggi, meningkatkan kekhawatiran tentang risiko lingkungan yang terkait dengan paparan jangka panjang terhadap organisme laut di Teluk Jakarta.

Zainal menjelaskan, bahwa secara teori sumber sisa paracetamol yang ada di perairan teluk Jakarta dapat berasal dari tiga sumber yakni ekresi akibat konsumsi masyarakat yang berlebihan; rumah sakit, dan industri farmasi. "Dengan jumlah penduduk yang tinggi di kawasan Jabodetabek dan jenis obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, memiliki potensi sebagai sumber kontaminan di perairan," ujar Zainal.

"Sedangkan sumber potensi dari rumah sakit dan industri farmasi dapat diakibatkan sistem pengelolaan air limbah yang tidak berfungsi optimal, sehingga sisa pemakaian obat atau limbah pembuatan obat masuk ke sungai dan akhirnya ke perairan pantai," tambahnya.

Jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di belahan dunia, konsentrasi paracetamol di Teluk Jakarta adalah relatif tinggi (420-610 ng/L) dibanding di pantai Brazil (34. 6 ng/L), pantai utara Portugis (51.2 – 584 ng/L). (H-1)

Baca Juga

Dok Pribadi

Komnas Perempuan Catat Kasus Perbudakan Modern Masih Marak

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:24 WIB
17 kasus perbudakan seksual pada kurun waktu yang sama, yang sebagian besarnya dilakukan oleh suami dan anggota...
Ist

Pemanfaatan Frekuensi Radio untuk Pantau Kesehatan Pasien Kanker

👤Eni Kartinah 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:14 WIB
Sistem informasi “Radio Frequency Identification Device” berbasis mobile untuk meningkatkan pemantauan kesehatan pasien...
dok.Ant

Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tinggal 137 Orang

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 Desember 2021, 10:40 WIB
SEMPAT melonjak naik, jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran terus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya