Selasa 28 September 2021, 16:05 WIB

KLHK Luncurkan Buku tentang Perjuangan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Hutan

Anggi Tondi Martaon | Humaniora
KLHK Luncurkan Buku tentang Perjuangan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Hutan

Medcom.id/Anggi Tondi Martaon.
Peluncuran buku Jejak Tapak Meraih Asa di Masa Pandemi, Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari.

 

DIREKTORAT Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan buku berjudul Jejak Tapak Meraih Asa di Masa Pandemi, Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari. Buku tersebut mendokumentasikan perjuangan KLHK meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor kehutanan.

"Upaya pengelolaan hutan secara lestari sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat mengelola hutan terus digalakkan KLHK," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Hutan Lestari, Agus Justianto, di Kompleks Media Group, Jakarta, Selasa (28/9). Dia menyampaikan komitmen peningkatan pengelolaan hutan ini tak lepas dari dampak pandemi covid-19.

Virus korona sangat berpengaruh terhadap perekonomian dan kehidupan sosial. "Sejak tahun lalu, Indonesia menjalani tahun yang penuh tantangan," kata Agus.

Namun, hal itu tak membuat Ditjen Pengelolaan Hutan Lestari berdiam diri. Agus menyampaikan pihaknya semakin terpacu memanfaatkan dan mengelola hutan Indonesia. "Pesan Presiden (Joko Widodo) sangat jelas, manfaatkanlah krisis ini untuk melakukan lompatan besar untuk kemajuan signifikan agar cita-cita Indonesia tercapai," ungkap dia.

Upaya peningkatan pengelolaan hutan dilakukan melalui program multiusaha kehutanan. Program ini bertujuan menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan produktivitas masyarakat di tengah keterbatasan selama pandemi covid-19. "Kolaborasi bersama masyarakat dalam memanfaatkan potensi jasa lingkungan dan hasil hutan kayu terus menghidupkan asa di tengah pandemi," ujar dia.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudens Suhardi menyambut baik komitmen Ditjen Pengelolaan Hutan Lestari mengembangkan potensi dan menjaga hutan Indonesia. Dia menegaskan pelestarian hutan harus dilakukan sesuai amanat Pasal 28 H ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut menjelaskan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan medapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. "Supaya sehat, tentu hutan yang lestari," kata Gaudens. 

Baca juga: Menteri LHK: 600 Ribu Ha Hutan Mangrove Sudah Rusak

Dia juga mengapresiasi peluncuran buku Jejak Tapak Meraih Asa di Masa Pandemi, Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari. Menurut dia, setiap upaya baik yang dilakukan harus diabadikan ke dalam tulisan. "Saya teringat pepatah latin, kata-kata lisan itu hilang, yang tertulis menetap. Kalau perbuatan baik itu hanya dibicarakan hilang dia, sayang," ujar Gaudens. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Mahasiwa Penyandang Disabilitas Ini Dinobatkan Jadi Wisudawan Berprestasi Untar 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:36 WIB
Pada wisuda tersebut, mahasiswa S2 Psikologi Terapan Untar, Andre Genta Sanjaya berhasil meraih penghargaan wisudawan...
Unair

Cegah Penularan Penyakit Mulut dan Kuku, Pakar Beberkan Cara Disinfeksi

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:30 WIB
Fedik Abdul Rantam mengingatkan pentingnya upaya disinfeksi di kawasan lingkungan...
Istimewa

UGM Hasilkan Ratusan Permohonan Paten Baru, Terbanyak Bidang Kimia Hayati

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 16 Mei 2022, 23:05 WIB
UGM mendapat penghargaan World Intellectual Property Organization (WIPO) Intellectual Property Enterprise Medal karena berhasil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya