Kamis 23 September 2021, 22:31 WIB

Pendidikan Vokasi Diharapkan Jawab Permasalahan Desa

Mediaindonesia.com | Humaniora
Pendidikan Vokasi Diharapkan Jawab Permasalahan Desa

Dok. Kemendikbudristek
Kerja sama Ditjen Vokasi kemendikbudristek dengan Kementerian Desa dan PDTT

 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendorong inovasi menjadi solusi permasalahan yang ada di desa.

“Melalui pendidikan vokasi inilah dapat dihasilkan berbagai inovasi terbaru yang berperan untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk pada masyarakat desa,” ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Kemendikbudristek menjalin kerja sama melalui penandatanganan kerja sama dengan Kemendes PDTT. Wikan menambahkan, pendidikan vokasi diarahkan untuk dapat menghasilkan lulusan yang terampil, kompeten, berdaya saing, dan berkarakter sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).

Oleh karena itu, dibutuhkan juga komitmen kuat berbagai pihak untuk membangun taut suai (link and super-match) paket 8+i antara dunia pendidikan vokasi dan dunia usaha, dunia industri, dan kerja (DUDIKA).

“Sebagai program prioritas yang sedang digaungkan oleh pemerintah, pendidikan vokasi disiapkan untuk dapat melahirkan SDM unggul yang kompeten, inovatif, kreatif, serta mampu berdaya saing secara global, sehingga dengan begitu, pendidikan vokasi dapat menjadi jawaban dari tantangan zaman untuk mengembangkan potensi masyarakat,” tambah dia.

Baca juga : Kemendikbudristek Gelar Pelatihan Instalasi Perangkat Nirkabel bagi Guru SMK

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi, Kemendes PDTT, Suprapedi, mengatakan penting menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat fondasi bersama dalam membangun dan memberdayakan masyarakat desa.

“Melalui kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XII Tahun 2021 diharapkan kita bisa menjalin kemitraan untuk seluruh pemangku kepentingan. Berkolaborasi dalam mengupayakan pembangunan desa, termasuk melakukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi,” jelas Suprapedi.

Melalui kerja sama tersebut, Ditjen Pendidikan Vokasi siap untuk memfasilitasi pembelajaran di daerah tertinggal dan transmigrasi guna mengembangkan kurikulum SMK yang sesuai dengan kebutuhan industri, mendukung inovasi dan penerapan teknologi tepat guna. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.

Ditjen Diksi juga menyiapkan peningkatan kapasitas kewirausahaan dalam pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi melalui Program Kecakapan Wirausaha (PKW) maupun Program Kecakapan Kerja (PKK). (Ant/OL-7)

Baca Juga

AFP/Juni Kriswanto

Ini Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Letusan Gunung Berapi dan Cara Mencegahnya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:30 WIB
"Perlu diwaspadai perburukan dari penyakit kronik baik karena daya tahan tubuh yang turun maupun karena stres atau lalai makan...
Dok. ITB

Keutamaan Penerapan LSWI sebagai Metode EOR

👤MI 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:10 WIB
BERDASARKAN laporan dari British Petroleum 2015, implementasi LSWI memerlukan biaya yang relatif...
Dok.  ITB

Smart-Water EOR Cara Cerdas Dongkrak Industri Migas

👤Asep Kurnia Permadi Kelompok Keilmuan Teknik Reservoir ITB 🕔Selasa 07 Desember 2021, 06:00 WIB
INJEKSI smart-water merupakan salah satu teknik perolehan minyak tahap lanjut (enhanced oil recovery/EOR) yang semakin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya