Selasa 14 September 2021, 20:45 WIB

Munas Alim Ulama-Konbes NU Digelar 25-26 September, Bahas Mutamar

Akhmad Mustain | Humaniora
Munas Alim Ulama-Konbes NU Digelar 25-26 September, Bahas Mutamar

MI/RAMDANI
Ketua Panitia Munas Alim Ulama-Konbes NU, Juri Ardiantoro

 

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 25-26 September 2021 mendatang di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Salah satu agendanya yakni untuk memutuskan pelaksanaan Muktamar yang akan digelar di Lampung.

Ketua Panitia Munas Alim Ulama-Konbes NU, Juri Ardiantoro mengatakan acara tersebut akan digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Selain itu panitia hanya akan mengundang 250 peserta yang terdiri dari Pengurus PBNU dan tiga perwakilan Pengurus Wilayah NU.

“Selain pembatasan jumlah peserta, protokol kesehatan akan menjadi pertimbangan yang sangat penting. Peserta harus sudah vaksin, dan dipastikan peserta yang hadir adalah peserta yang dinyatakan sehat dan negatif Covid-19,” ujarnya di Jakarta, hari ini.

Baca juga: PWNU Jatim Usulkan Muktamar NU Tahun Ini

Munas Alim Ulama-Konbes NU kali ini, lanjut mantan Ketua KPU ini, memiliki dua agenda besar. Pertama, pembahasan masing-masing komisi dan bahtsul masail. Kedua, membahas jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 NU yang seyogyanya dilangsungkan pada 22-27 Oktober 2020 di Provinsi Lampung, namun karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, PBNU memutuskan menunda.

Selain pembahasan Muktamar, untuk forum Munas Alim Ulama akan membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa.

Sebagai forum bahtsul masail akbar, Munas Alim Ulama membagi pembahasan masalah-masalah keagamaan ke dalam tiga kategori: (1) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), (2) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan (3) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Pada Munas Alim Ulama tahun 2019 di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, salah satu rekomendasi dari Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, mengusulkan agar NU tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang tidak memeluk agama Islam.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA

BMKG Hadirkan Inovask Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 24 September 2021, 16:47 WIB
bentuk dukungan yang diberikan meliputi berbagai inovasi-inovasi dalam pelayanan informasi cuaca dan iklim maritim guna menyokong...
Kemendikbus

Data Klaster Covid-19 Sekolah Kurang Akurat, Kemendikbud-Ristek Jajaki PeduliLindungi

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 24 September 2021, 16:30 WIB
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengakui data klaster sekolah terpapar covid-19 yang miliknya kurang...
dok.Unas

Ada 2.710 Mahasiswa Baru Unas Ikuti PLBA secara Daring

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 16:00 WIB
Sebanyak 2.710 mahasiswa baru Unas mengikuti Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik (PLBA) secara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya