Kamis 02 September 2021, 10:55 WIB

AP II Minta Penumpang Pesawat Hapus Aplikasi eHAC

Insi Nantika Jelita | Humaniora
AP II Minta Penumpang Pesawat Hapus Aplikasi eHAC

medcom.id
Ilustrasi aplikasi eHAC

 

PT Angkasa Pura (AP) II meminta semua calon penumpang bandara agar menghapus aplikasi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Electronic Health Alert Card/eHAC) untuk keperluan validasi dalam syarat penerbangan. Hal ini dikatakan sesuai anjuran Kementerian Kesehatan agar masyarakat mengunggah aplikasi PeduliLindungi saja.

“Kementerian Kesehatan menginformasikan aplikasi eHAC yang berdiri sendiri sudah tidak digunakan lagi, diganti dengan fitur eHAC yang ada di aplikasi PeduliLindungi. Sejalan dengan itu, penumpang pesawat bisa mengisi eHAC yang ada di PeduliLindungi," ucap VP of Corporate Communication AP II Yado Yarismano dalam keterangannya, Kamis (2/9).

Skrining perjalanan lewat PeduliLindungi itu nantinya akan diverifikasi oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan di bandara AP II. Aplikasi itu dianggap dapat menyederhanakan proses penerbangan bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan dalam keadaan mendesak di tengah pandemi.

“Bandara AP II mendukung penuh PeduliLindungi, di mana kami telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk penggunaan aplikasi tersebut,” lanjut Yado.

Seperti diketahui, aplikasi PeduliLindungi yang bisa didownload di iOS dan Android kini juga digunakan di seluruh bandara AP II untuk memproses keberangkatan.

Baca juga:  Kominfo: Dugaan Kebocoran di eHAC Tidak Pengaruhi Data Pedulilindungi

Calon penumpang pesawat yang telah memiliki kartu vaksinasi digital dan hasil tes covid-19 digital di akun PeduliLindungi dapat langsung menuju konter check-in bandara untuk memproses keberangkatan.

“Tidak perlu lagi membawa dokumen kertas, karena kartu vaksinasi dan surat hasi tes covid-19 sudah ada di PeduliLindungi," terangnya.

AP II pun mengimbau agar calon penumpang pesawat melakukan tes covid-19 di laboratorium atau fasilitas kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi allrecord-tc-19 (New All Record/NAR) milik Kementerian Kesehatan, supaya hasilnya dapat langsung dikirim ke akun PeduliLindungi.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku masih menginvestigasi dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC.

Kementerian itu menggandeng Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk merespon dugaan kebocoran data pribadi tersebut. Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penelusuran sementara, terdapat dugaan kebocoran data pada aplikasi eHAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Tri Meilani Ameliya

Kapolri Lepas 144 Peserta Upaya Pemecahan Rekor Muri Bersepeda

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:53 WIB
"Kami harapkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan untuk melengkapi dan mengukir prestasi dari rekan-rekan, khususnya atlet...
MI/ Biro Adpim Malut

491 Jamaah Calon Haji Asal Provinsi Malut Diberangkatkan ke Emberkasi Makasar

👤Hijrah Ibrahim 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:38 WIB
Jamaah haji Maluku Utara tergabung pada 2 kelompok terbang yaitu kloter 11 dengan jumlah jamaah sebanyak 489 orang dan kloter 12 sebanyak...
Dok. BBM 2022`

Puluhan Seniman Muda Tampilkan Tari Topeng dan Ketoprak di Penutupan Belajar Bersama Maestro 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Juni 2022, 23:42 WIB
Program itu merupakan hasil kerjas ama antara Direktorat PTLK dengan Komunitas Lima Gunung untuk melestarikan kebudayan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya