Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA arkeolog menemukan sisa-sisa kerangka manusia berusia 7.200 tahun. Kerangka itu dari seorang wanita Indonesia dalam kelompok pemburu dan peramu. Uniknya, ia memiliki garis keturunan manusia yang berbeda dan tidak pernah ditemukan di belahan dunia lain. Temuan tersebut diungkapkan penelitian yang diterbitkan minggu ini.
Fosil yang relatif utuh, milik seorang remaja berusia 17 atau 18 tahun, terkubur dalam Leang Panninge, gua batu kapur di Sulawesi Selatan. Itu ditemukan di antara artefak dari orang-orang Toalean, budaya awal pemburu-peramu di wilayah tersebut. Sisa-sisanya merupakan kerangka Toalean pertama yang diketahui. Masyarakat pemburu dan peramu memiliki metode bertahan hidup berupa memburu atau meramu secara langsung binatang dan tumbuh-tumbuhan liar yang dapat dimakan tanpa usaha-usaha membudidayakannya terlebih dahulu.
Penelitian itu dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu (25/8), merupakan kerja sama antara peneliti Indonesia dan internasional. Penggalian dimulai pada 2015. "Ini merupakan pertama kali ada orang yang melaporkan penemuan DNA manusia purba dari wilayah pulau yang luas antara daratan Asia dan Australia," Adam Brumm, arkeolog di Pusat Penelitian Australia untuk Evolusi Manusia di Universitas Griffith di Brisbane, yang ikut memimpin penelitian tersebut. penelitian, kata AFP, Jumat (27/8).
Brumm mengacu pada daerah yang terbentang dari Kalimantan dan Lombok hingga ujung barat Papua yang oleh para ilmuwan dikenal sebagai Wallacea. Para peneliti menemukan penggalian menjadi sangat menantang karena DNA dapat dengan mudah terdegradasi di iklim tropis. "Sangat jarang menemukan DNA manusia purba di daerah tropis yang lembap. Itulah mengapa penemuan ini sangat beruntung," kata Brumm.
Analisis DNA mengungkapkan bahwa wanita itu merupakan bagian dari kelompok populasi yang terkait dengan orang Papua modern dan penduduk asli Australia. Namun, genom tersebut juga terkait dengan garis keturunan manusia berbeda yang sebelumnya tidak diketahui dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Baca juga: Tiga Teori Asal Usul Nenek Moyang Indonesia
Penelitian itu menantang teori sebelumnya tentang waktu kedatangan berbagai kelompok manusia di wilayah tersebut. "Ini menunjukkan betapa sedikitnya pemahaman kita tentang kisah manusia purba di kepulauan Wallacean di Indonesia," kata Brumm. (OL-14)
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Dinosaurus yang diberi nama Doolysaurus huhmini ini merupakan jenis neornithischian awal yang berhasil diidentifikasi melalui teknologi pemindaian CT canggih.
Telur purba ini memiliki panjang hampir 30 sentimeter, ukuran yang sangat besar untuk telur bercangkang lunak.
Penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: beberapa spesies buaya purba berevolusi menjadi herbivora, memakan tumbuhan, berbeda dari buaya modern yang karnivora.
ilmuwan menemukan fosil hewan darat pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 307 juta tahun lalu di Kanada.
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved