Kamis 19 Agustus 2021, 18:42 WIB

Kemenkes Pastikan Komponen Harga Maksimal Tes PCR Dihitung dengan Cermat

Atalya Puspa | Humaniora
Kemenkes Pastikan Komponen Harga Maksimal Tes PCR Dihitung dengan Cermat

MI.Andir Widiyanto
Petugas kesehatan melakukan tes PCR

 

DIREKTUR Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan, pemerintah telah melakukan penghitungan dengan cermat untuk menentukan harga batas atas pemeriksaan PCR. 

Kadir menyatakan, penyesuaian tersebut pun dilakukan melihat harga komponen yang dibutuhkan untuk pemeriksaan PCR sudah tidak setinggi pada awal pandemi lalu. 

"Ini disebabkan kita pada awal pandemi menentukan tarif dengan mengacu harga pada saat itu. Sekarang harga-harga sudah pada turun semua seperti APD tadinya Rp600 ribu sekarang jadi Rp100 ribu. Reagen juga dulu mahal, sekarang sudah turun sepertiganya," ungkap Kadir dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (19/8). 

Selain itu, dirinya menyebut bahwa Kemenkes juga telah memperhitungkan ulang mengenai biaya jasa dokter, jasa laboran, biaya penyusutan mesin, biaya listrik, adminsitrasi, hingga biaya pengolahan limbah. 

"Kita juga sudah sampai hitung untuk margin profit sebesar 15%. Sehingga ditetapkan harganya menjadi Rp495 ribu," ucap Kadir. 

Baca juga : Rumah Sakit Akui Kesulitan Menyesuaikan Harga Baru Tes PCR

"Nah, kalau di luar jawa harganya menjadi Rp525 ribu karena kita memperhitungkan biaya distribusi juga," imbuh dia. 

Penghitungan harga tersebut, kata dia, dilakukan oleh Kemenkes bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Adapun, harga-harga komponen mengacu pada daftar harga e-katalog milik Kemenkes serta daftar harga sejumlah laboratorium. 

Dengan demikian, Kadir berharap agar semua pihak melakukan upaya bersama untuk mendukung penanganan covid-19, khsusunya dalam hal testing yang harus semakin digencarkan. 

"Kita harapkan kita harus sama-sama untuk membantu semua. Bukan pemerintah yang dibantu, tapi masyarakat juga. Dan perlu diingat bahwa harga pemeriksaan ini diperuntukkan bagi yang membutuhkan tes PCR atas permintaan sendiri," pungkas dia. (OL-7)

Baca Juga

DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...
Ist

Pengamat: Perlu Edukasi Masyarakat Guna Hadapi Narasi Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:35 WIB
Masyarakat juga harus dapat melek dan memilah informasi. Pasalnya, dewasa ini sudah menjadi tabiat yang melekat bahwa informasi sering...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya