Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan, pemerintah telah melakukan penghitungan dengan cermat untuk menentukan harga batas atas pemeriksaan PCR.
Kadir menyatakan, penyesuaian tersebut pun dilakukan melihat harga komponen yang dibutuhkan untuk pemeriksaan PCR sudah tidak setinggi pada awal pandemi lalu.
"Ini disebabkan kita pada awal pandemi menentukan tarif dengan mengacu harga pada saat itu. Sekarang harga-harga sudah pada turun semua seperti APD tadinya Rp600 ribu sekarang jadi Rp100 ribu. Reagen juga dulu mahal, sekarang sudah turun sepertiganya," ungkap Kadir dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (19/8).
Selain itu, dirinya menyebut bahwa Kemenkes juga telah memperhitungkan ulang mengenai biaya jasa dokter, jasa laboran, biaya penyusutan mesin, biaya listrik, adminsitrasi, hingga biaya pengolahan limbah.
"Kita juga sudah sampai hitung untuk margin profit sebesar 15%. Sehingga ditetapkan harganya menjadi Rp495 ribu," ucap Kadir.
Baca juga : Rumah Sakit Akui Kesulitan Menyesuaikan Harga Baru Tes PCR
"Nah, kalau di luar jawa harganya menjadi Rp525 ribu karena kita memperhitungkan biaya distribusi juga," imbuh dia.
Penghitungan harga tersebut, kata dia, dilakukan oleh Kemenkes bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Adapun, harga-harga komponen mengacu pada daftar harga e-katalog milik Kemenkes serta daftar harga sejumlah laboratorium.
Dengan demikian, Kadir berharap agar semua pihak melakukan upaya bersama untuk mendukung penanganan covid-19, khsusunya dalam hal testing yang harus semakin digencarkan.
"Kita harapkan kita harus sama-sama untuk membantu semua. Bukan pemerintah yang dibantu, tapi masyarakat juga. Dan perlu diingat bahwa harga pemeriksaan ini diperuntukkan bagi yang membutuhkan tes PCR atas permintaan sendiri," pungkas dia. (OL-7)
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
Menkes Budi Gunadi Sadikin tes antigen mandiri (self testing) dinilai lebih banyak false negatif atau tidak akurat. Seseorang bisa dapat hasil negatif padahal sedang positif covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan melaporkan per 14 Desember 2023 kasus baru covid-19 bertambah 359 kasus meningkat 13% dibandingkan kemarin sehingga saat ini ada 1.499 kasus aktif covid-19.
Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) diminta untuk melakukan PCR terlebih dahulu untuk mendeteksi virus korona varian teranyar, yani EG.1 dan EG.5.
DINAS Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mempersiapkan sarana dan prasarana Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk melakukan pemeriksaan PCR kasus cacar monyet (Mpox).
Pemerintah Kota Semarang juga akan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR).
PENYAKIT yang ditetapkan menjadi pandemi memiliki sedikitnya 3 syarat dan cacar monyet tidak memilikinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved