Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMAT (13/8), Good News From Indonesia (GNFI) bersama lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) mengadakan Survei Indeks Optimisme. Ini adalah survei tahunan yang sudah digelar sejak 4 tahun yang lalu.
Survei ini bertujuan mengukur seberapa optimistis generasi muda terhadap masa depan Indonesia dalam berbagai sektor kehidupan, di antaranya meliputi lima isu utama seperti pendidikan dan kebudayaan, kebutuhan dasar, ekonomi dan kesehatan, kehidupan sosial, serta politik dan hukum.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 8-15 Juli lalu terhadap 800 responden dari 15 kota besar di seluruh Indonesia, tingkat optimisme generasi muda paling tinggi berada pada sektor pendidikan dan kebudayaan, yakni dengan rata-rata sebesar 83,9.
Baca juga: Gandeng 20 Negara, Untar Gelar Konferensi Internasional di Masa Pandemi
Faktor yang menyebabkan tingginya optimisme generasi muda pada sektor pendidikan disebabkan semakin mudahnya akses pendidikan berkualitas di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan tersedianya fasilitas pendidikan tinggi pada setiap daerah di Indonesia.
Sedangkan pada sektor kebudayaan, diterimanya produk kerajinan tangan, musik, fashion, dan film budaya Indonesia pada level dunia yang menjadi faktor yang menyebabkan tingginya optimisme generasi muda di sektor ini.
Selain itu, menurut Pendidik dan Inisiator Semua Murid Semua Guru Najeela Shihab, tingginya optimisme anak muda di bidang pendidikan bisa jadi karena anak-anak muda memiliki kepercayaan terhadap realitas sektor tersebut sehingga ini merupakan sebuah realitas optimisme.
“Optimisme terhadap sektor pendidikan dan kebudayaan menunjukkan adanya komitmen yang semakin tinggi, engagement yang lebih tinggi, atau anak muda merasa bisa berkontribusi lebih terhadap sektor ini,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap pemerintah tetap berusaha mengembangkan potensi di sektor ini, terutama faktor agregasi praktik baik.
Sementara itu, generasi muda menganggap hukum dan politik merupakan sektor yang masih perlu ditingkatkan. Tingkat optimisme di sektor ini sangat rendah jika dibandingkan dengan sektor lainnya, yakni dengan rata-rata 28.1.
Hanya terdapat 3 dari 10 generasi muda yang optimistis Indonesia mampu menerapkan sistem pemerintahan yang bersih, baik, dan transparan di masa yang akan datang.
Tingginya praktik korupsi di Indonesia menjadi alasan utama rendahnya tingkat optimisme di sektor ini.
Meski demikian, secara keseluruhan, tingkat optimisme anak muda di Indonesia cukup tinggi.
“Saya senang sekali. Semakin ke depan generasi kita semakin optimistis, bukan hanya ada tetapi tetap tumbuh subur,” ujar Pakar Sosiolog dan Akademisi Robby Muhammad.
“Mereka bagian dari warga negara dan percaya negara ini layak diteruskan dan diperjuangkan. Kita yang awalnya muram, jadi ikut positif melihat hasil survei ini,” ujar Pakar Ekonomi Ahmad Erani Yustika.
“Mari optimistis dan melakukan aksi agar ada progres dan kemajuan, bahkan melakukan percepatan. Banyak yang perlu disyukuri tetapi akselerasi juga perlu dipercepat,” ujar Najeela Shihab. (OL-1)
Proses pemberian Apresiasi Desa Budaya 2025 dilakukan secara komprehensif melalui tahapan temu-kenali, pendalaman, dan aktivasi.
Lakon kali ini dipilih untuk mengingatkan kita bahwa nilai kepahlawanan berkaitan erat dengan sikap mencintai bangsa dan negara, menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
SEBANYAK 13 negara kawasan Pasifik menghadiri Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai 11-13 November 2025.
Puti Guntur Soekarno, menyoroti pengaruh teknologi terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pentingnya peran budaya dan pendidikan sebagai kekuatan lembut (soft power) yang mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved