Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menggenjot vaksinasi covid-19 dan menentukan sejumlah daerah yang menjadi prioritas dalam program vaksinasi berdasarkan dengan tingkat risiko daerah.
"Pemerintah saat ini terus berusaha keras mencapai target tersebut secara konsisten di samping fokus pengendalian lain yang harus paralel dilakukan yaitu 3M dan 3T," kata Prof Wiku kepada Media Indonesia, Senin (9/8).
Dia menyebut vaksinasi diutamakan untuk daerah dengan tingkat konfirmasi kasus dan kematian yang tinggi guna menurunkan risiko kematian pasien Covid-19.
"Demi mencapai cakupannya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran vaksinasi bagi kelompok masyarakat rentan dan yang tidak memiliki NIK," sebutnya.
Secara paralel, pemerintah juga mendorong capaian vaksinasi nasional. Salah satunya dengan melibatkan TNI-Polri untuk mempercepat proses distribusi. Selain itu juga program pemerintah terus mengevaluasi distribusi vaksin di luar Pulau Jawa Bali.
Baca juga :Menkes Hapus Aturan Soal Vaksinasi Berbayar untuk Individu
"Dan demi menekan angka kasus khususnya pada populasi vital, dosis ketiga tenaga kesehatan juga terus digencarkan secara nasional," jelasnya.
Terkait pencatatan dan pelaporan vaksin, implementasinya terus mengalami perbaikan dengan berbagai integrasi sistem kesehatan satu data.
Diketahui saat ini sudah 51.111.565 orang mendapatkan vaksin covid-19 Dosis 1 sesuai dengan data yang diumumkan https://vaksin.kemkes.go.id pada 9 Agustus 2021, 12.00 WIB.
Ini berarti vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 24,54% dari target vaksinasi 208.265.720 orang, walaupun baru 11,68% yang sudah menerima hingga dosis kedua.
Capaian Vaksinasi covid-19 hingga saat ini adalah 100% nakes dan petugas publik sudah mendapatkan dosis pertama dan 99,6% nakes sudah mendapatkan dosis kedua.
Setidaknya 22,91% kelompok lansia, 10,86% kelompok masyarakat rentan dan umum, serta 8,63% target vaksinasi berupa anak dan remaja (12-17 tahun) yang sudah mendapatkan vaksin covid-19 dosis pertama. (OL-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved