Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa pemerintah berupaya menggenjot vaksinasi covid-19 dan menentukan sejumlah daerah yang menjadi prioritas dalam program vaksinasi berdasarkan dengan tingkat risiko daerah.
"Pemerintah saat ini terus berusaha keras mencapai target tersebut secara konsisten di samping fokus pengendalian lain yang harus paralel dilakukan yaitu 3M dan 3T," kata Prof Wiku kepada Media Indonesia, Senin (9/8).
Dia menyebut vaksinasi diutamakan untuk daerah dengan tingkat konfirmasi kasus dan kematian yang tinggi guna menurunkan risiko kematian pasien Covid-19.
"Demi mencapai cakupannya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran vaksinasi bagi kelompok masyarakat rentan dan yang tidak memiliki NIK," sebutnya.
Secara paralel, pemerintah juga mendorong capaian vaksinasi nasional. Salah satunya dengan melibatkan TNI-Polri untuk mempercepat proses distribusi. Selain itu juga program pemerintah terus mengevaluasi distribusi vaksin di luar Pulau Jawa Bali.
Baca juga :Menkes Hapus Aturan Soal Vaksinasi Berbayar untuk Individu
"Dan demi menekan angka kasus khususnya pada populasi vital, dosis ketiga tenaga kesehatan juga terus digencarkan secara nasional," jelasnya.
Terkait pencatatan dan pelaporan vaksin, implementasinya terus mengalami perbaikan dengan berbagai integrasi sistem kesehatan satu data.
Diketahui saat ini sudah 51.111.565 orang mendapatkan vaksin covid-19 Dosis 1 sesuai dengan data yang diumumkan https://vaksin.kemkes.go.id pada 9 Agustus 2021, 12.00 WIB.
Ini berarti vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 24,54% dari target vaksinasi 208.265.720 orang, walaupun baru 11,68% yang sudah menerima hingga dosis kedua.
Capaian Vaksinasi covid-19 hingga saat ini adalah 100% nakes dan petugas publik sudah mendapatkan dosis pertama dan 99,6% nakes sudah mendapatkan dosis kedua.
Setidaknya 22,91% kelompok lansia, 10,86% kelompok masyarakat rentan dan umum, serta 8,63% target vaksinasi berupa anak dan remaja (12-17 tahun) yang sudah mendapatkan vaksin covid-19 dosis pertama. (OL-2)
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved