Minggu 08 Agustus 2021, 08:55 WIB

Pecinta Kucing Jangan Lupa, Hari Ini Hari Kucing Sedunia

Muhammad Fauzi | Humaniora
Pecinta Kucing Jangan Lupa, Hari Ini Hari Kucing Sedunia

AFP/SAID KHATIB
Kucing peliharaan kerap terbengkalai karena manusia yang memeliharanya tidak merawat dengan baik, mereka memelihara hanya sekedar trend.

 

TANGGAL 8 Agustus, yang tepat jatuh hari ini, merupakan Hari Kucing sedunia yang dirayakan pecinta kucing di seluruh dunia.

Perayaan ini diinisiasi oleh komunitas International Fund for Animal Welfare (IFAW). Sebagai penghormatan untuk persahabatan manusia dengan hewan berbulu berkaki empat itu.

Sudah dirayakan sejak 2002, artinya peringatan Hari Kucing Sedunia sudah dilakukan hampir 20 tahun lamanya.

Selain menjadi salah satu hewan domestikasi paling banyak yang dipelihara di rumah, kucing memiliki fakta- fakta menarik yang masih perlu anda ketahui.

Berikut beberapa fakta menariknya dirangkum dari berbagai sumber:

1.Tetap bisa kawin meski steril
Kucing yang sudah disteril atau dimandulkan ternyata masih tetap bisa menyalurkan birahinya dan melakukan kawin.

Fakta ini ditemukan pada sebagian kucing yang sudah disteril namun tetap bisa melakukan kawin dengan lawan jenisnya.

Mengutip VCA Hospitals, meski 90 persen birahi kucing menyurut pasca menjalankan proses sterilisasi atau pemandulan tetap masih ditemukan kucing steril yang bisa melakukan kawin.

Steril kucing merupakan salah satu kewajiban yang perlu ditunaikan oleh pemilik hewan peliharaan ini. Karena selain menjaga kesehatan kucing, juga bisa menjaga kesejahteraan mahluk hidup yang bukan manusia itu.

Ada pun dari segi kesehatan kucing, bisa terhindar dari penyakit- penyakit kronis seperti kanker rahim pada betuna atau pun kanker prostat pada jantan.

Sementara dari kesejahteraan, pemilik membantu pemerintah dalam hal pengontrolan populasi sehingga kucing tidak melahirkan secara masif yang dikhawatirkan berujung pada penelantaran.

2. Bisa lompat 6 kali lipat dari panjang badannya
Selain pintar dalam hal membersihkan diri, rupanya kucing juga merupakan hewan yang pintar untuk melakukan aktivitas fisik.

Pada kucing- kucing yang sehat rupanya mereka bisa melompat dengan jarak 6 kali lipat dari panjang badannya. Misalnya kucing dengan panjang 60 centimeter, artinya ia bisa melompat setinggi 360 centimeter.

Fakta ini dilansir dari situs Cat Wisdom 101, yang menyebutkan lompatan tinggi itu berguna ketika anak bulu sedang mengikuti instingnya dalam misi berburu. Biasanya kucing berburu serangga atau hewan kecil yang bisa terbang seperti capung, kupu-kupu, hingga burung.

Dengan melompat, kucing pun turut memenuhi kebutuhan dasarnya untuk bisa mengekspresikan diri meski tinggal di dalam rumah.

Oleh karena itu, pawparents harus bisa mengakomodasikan waktu dan tempat atau ruang khusus untuk kucing agar bisa melatih kelincahan dan gerakan kucing kesayangan anda.

3. Jadikan kumisnya sebagai sensor ukur jarak
Jika anda memahami cara menyetir kendaraan, maka anda pasti tahu betapa pentingnya kehadiran sebuah spion.

Nah, sama halnya dengan manusia yang membutuhkan spion saat menyetir kendaraan untuk bermanuver, kucing juga membutuhkan kumisnya untuk dapat melakukan mobilisasi dengan baik khususnya di siang hari.

"Kumis kucing itu istimewa. Kumis yang dimiliki kucing itu minimal seukuran lebar tubuhnya. Nah itu digunakan mereka sebagai sensor untuk mengukur jarak atau bergerak khususnya di siang hari karena kalau siang hari pengelihatan mereka tidak bagus," kata Dokter Hewan Novi Wulandari yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Oleh karena itu, sebagai orang tua yang bertanggung jawab pada kebutuhan kucing, sebaiknya Anda jangan memotong apalagi mencabut kumisnya agar kucing bisa tetap melakukan kegiatannya dengan lincah dan riang.

Di samping itu, ketika anda sedang berkendara di siang hari dan menemui kucing pastikan Anda tidak menyorot lampu ke arah muka atau pun mata kucing agar mobilisasi yang dilakukan oleh kucing bisa berlangsung optimal mengingat pengelihatannya yang buruk di siang hari.

4.Hewan yang memahami emosi dengan baik
Kucing ternyata merupakan hewan dengan pemahaman emosi yang baik loh. Ia bisa memahami perasaan senang, sedih, hingga marah yang dialami manusia atau pun sesama kawanan kucing.

Maka dari itu jangan heran sering kali ditemukan kisah- kisah menarik dari lekatnya seekor kucing dengan manusia. Seperti misalnya artis Dikta dan kucingnya Jimbon yang sering membagikan kelucuan dan hubungan manis mereka di instagram lewat akun @dikta, atau seperti kisah Kucing Bob dan musisi Bowen di London yang membuat kisahnya diangkat ke Layar Lebar hingga memiliki penjualan buku lebih dari 8 juta kopi di seluruh dunia.

Penelitian dari National Center for Biotechnology Information menjelaskan kucing bisa memahami emosi secara baik karena bisa mengintegrasikan visual seperti mimik muka dan gestur tubuh dengan intonasi suara yang sedang dilakukan baik oleh sesama kucing maupun pemiliknya.

Selain itu, Angelo Quaranta dalam penelitiannya menjelaskan bahwa lewat pemahaman emosi itu, kucing bisa menentukan sebuah relasi akan dibawa ke arah seperti apa.

Oleh karena itu, Cat Lovers harus berupaya maksimal memberikan respon positif yang sesuai kebutuhannya agar hubungan bersama sang anak bulu bisa bertahan lebih lama berbarengan dengan kualitas hidup yang optimal.

Sebisa mungkin buat suasana yang nyaman agar kucing pun bisa betah dan selalu lekat dengan anda pemiliknya.

5.Perlu dipenuhi kebutuhan vaksin
Kucing yang sudah dipelihara dan memiliki majikan rupanya memiliki kebutuhan yang cukup tinggi dari segi kesehatan.

Dokter Hewan Novi mencatat vaksin menjadi salah satu tanggung jawab pemilik kucing untuk dilakukan setiap tahunnya.  Ada dua jenis vaksin yang seringjali diberikan pada kucing.

Untuk vaksin umum mengandung tiga langkah pencegahan pada wabah, seperti Distemper atau Panleukopenia, parvo, serta infeksi saluran pernafasan.

Ada juga vaksin khusus seperti vaksin rabies yang muncul untuk membantu kucing bisa terhindar dari bahaya rabies.

Di DKI Jakarta misalnya, Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) membagikan secara gratis vaksin rabies untuk tetap menjaga Jakarta Bebas Rabies selama hampir 15 tahun lamanya.

Selain vaksinasi rutin dan khusus anda juga perlu memberikan pengecekan kesehatan minimal setiap 6 bulan sekali. Hal itu penting supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kondisi kronis atau darurat. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Ini 3 Penyebab Harimau ke Luar Hutan

 

Baca Juga

Ist

Dukung Industri Fesyen Tanah Air, Oppo Bazaar Fashion Festival Digelar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 11:03 WIB
Peragaan busana ini pun menggandeng beberapa tokoh ternama seperti Adrian Gan & Sonderlab, Tangan & Anton Ismael, serta Lulu...
ANTARA /Nyoman Hendra Wibowo

BMKG Dukung Petani dan Nelayan Antisipasi Cuaca Ekstrem

👤 Atalya Puspa 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:45 WIB
Salah satu upaya yang dilakukan BMKG adalah dengan membuat sekolah lapang sebagai platform yang didesain untuk memfasilitasi literasi...
ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Presien Minta BMKG Identifikasi Ancaman dan Dampak Perubahan Iklim secara Menyeluruh

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:45 WIB
Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengidentifikasi risiko perubahan iklim dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya