Minggu 01 Agustus 2021, 20:30 WIB

Potensial Kurangi Keparahan Covid-19, Apa itu Terapi Antibodi Monoklonal?

Zubaedah Hanum | Humaniora
Potensial Kurangi Keparahan Covid-19, Apa itu Terapi Antibodi Monoklonal?

AFP
Infografis

 

KASUS kematian akibat covid-19 masih cukup tinggi di Indonesia. Untuk itu, para peneliti terus melakukan berbagai metode yang bisa mengurangi jumlah kematian akibat covid-19. Salah satunya adalah melalui terapi antibodi monoklonal dengan kandungan regdanvimab.

Regdanvimab didentifikasi sebagai pengobatan potensial untuk terapi covid-19 yang dilakukan melalui penyaringan kandidat antibodi dan dipilih antibodi yang memiliki potensi terbesar untuk menetralisir virus SARS-CoV-2.

"Hasil uji klinik Fase I dan II global untuk regdanvimab menunjukkan keamanan, tolerabilitas, efek antivirus, dan profil efikasi yang menjanjikan pada pasien dengan gejala covid-19 ringan hingga sedang," jelas Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) Dr Raymond Tjandrawinata, Sabtu, 31 Juli 2021.

Ia juga menjelaskan bahwa studi preklinik in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa regdanvimab berikatan kuat dengan Receptor Binding Domain SARS-CoV-2 dan secara signifikan menetralisasi virus varian wild  type dan varian mutan yang menjadi perhatian (variants of concern) termasuk varian Alpha atau B.1.17.

"Kemudian pada model in vivo, regdanvimab secara efektif mengurangi viral load SARS-CoV-2 dan peradangan di paru-paru," ujar Dr. Raymond.


Regdanvimab
Pada pertengahan Juni 2021, Celltrion Healthcare mengumumkan data efikasi dan keamanan berdasarkan uji klinik fase III global.

Hasilnya menunjukkan bahwa pengobatan antibodi monoklonal anti covid-19, regdanvimab memenuhi semua primary end point dan key secondary end point pada pasien dengan gejala covid-19 ringan hingga sedang.

“Mekanisme kerja regdanvimab adalah dengan mengikat Receptor Binding Domainatau RBD dari spike protein SARS-COV-2, kemudian menghambat interaksi dengan reseptor seluler tubuh atau ACE2 sehingga mencegah masuknya virus ke dalam sel tubuh dan mencegahinfeksi SARS-CoV-2,” tutur Dr. Raymond.

Pasien yang diobati dengan regdanvimab dilaporkan memiliki waktu pemulihan klinis yang secara signifikan dipersingkat, setidaknya 4,7 hari lebih cepat untuk pasien yang berisiko tinggi mengalami covid-19 yang berat.

Dan 4,9 hari lebih cepat dibandingkan dengan plasebo untuk semua pasien. Pengobatan itu meringankan gejala berat covid-19 pada 70 persen pasien, termasuk kelompok berisiko tinggi dengan komorbid. (Medcom.id/H-2)

Baca Juga

pelajaran.co.id

Apa yang Dimaksud dengan Hewan Vertebrata?

👤Anggi Putri Lestari 🕔Rabu 22 September 2021, 12:16 WIB
Hewan vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang...
iucn-seahorse.org

Mari Mengenal Hewan Ovovivipar

👤Anggi Putri Lestari 🕔Rabu 22 September 2021, 12:10 WIB
Hewan ovovivipar berkembang biak dengan cara bertelur dan...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Menengok Sejarah Peristiwa G-30S/PKI

👤Ajeng Ayu Winarsih 🕔Rabu 22 September 2021, 11:54 WIB
Pada akhir 1965, diperkirakan sekitar 500.000 hingga 1 juta anggota dan pendukung PKI diduga menjadi korban...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya