Rabu 28 Juli 2021, 20:04 WIB

PPKM, Kasus Covid-19 Tercatat Turun 17% Secara Nasional

Gana Buana | Humaniora
PPKM, Kasus Covid-19 Tercatat Turun 17% Secara Nasional

Antara/Aswaddy Hamid
Pasien Covid-19 dirawat di tenda darurat RSUD Dumai, Riau

 

KASUS positif covid-19 tercatat turun sebanyak 17% per Selasa (27/7) kemarin. Sayangnya, angka kematian akibat kasus covid-19 masih tinggi yakni sebesar 36%. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengatakan, data itu didapatkan berdasarkan evaluasi yang dilakukan pemerintah secara berkala setiap minggunya. Pendataan dilakukan dengan mengundang perwakilan tiap penanggungjawab dari kabupaten/kota. 

"Dibandingkan dengan minggu sebelumnya, kuta melihat ada penurunan kasus sebanya 17%, tentunya ini berkaitan dengan fluktuasi testing yang kita lakukan,” kata Nadia dalam konferensi pers PPKM secara virtual, Rabu (28/7).

Nadia mengatakan, adanya kenaikan kasus kematian akibat covid-19 ini akan menjadi evaluasi pemerintah. Pihaknya mengaku akan menentukan upaya-upaya perbaikan untuk dapat menyelamatkan setiap pasien yang ada di rumah sakit, maupun yang saat ini menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat.

Dalam kesempatan yang sama, Nadia juga menyampaikan adanya peningkatan testing pemeriksaan laboratorium sejak pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM darurat hingga saat ini. Pada awal pelaksanaan PPKM darurat hanya ada 14 provinsi di Indonesia yang mencapai standar testing per 1000 penduduk per minggu.

Sementara pada 25 Juli 2021, jumlah daerah tersebut meningkat menjadi 30 provinsi, di antaranya DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara adalah 5 provinsi besar dengan capaian testing rate yang tertinggi.

“Jumlah pemeriksaan laboratorium baik menggunakan NAAT maupun RDT antigen terus meningkat untuk mencapai standar testing rate WHO,” ucap Nadia.

Baca juga : Ini Manfaat Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Reisa Broto Asmoro menambahkan, dalam rangka menurunkan angka kasus dan kematian akibat covid-19 yang naik, pemerintah akan memperkuat testing dan tracing, terutama di permukiman padat penduduk. Pemerintah berkomitmen meningkatkan testing dari yang saat ini berkisar hampir 200 ribuan ke sekitar 300 ribu/hari bahkan menjadi 400 ribu/hari. 

Koordinator PPKM Jawa-Bali yang juga Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, kata dia, juga telah menegaskan testing dan tracing ini akan melibatkan semua komponen. Mekanisme tracing kontak erat sendiri akan dilakukan secara digital yang dilakukan para relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terlatih serta relawan lapangan yang terdiri dari TNI, Polri, serta aparatur sipil negara yang ditugaskan.

"Data testing dan tracing akan diinput secara digital dalam sistem Silacak. Setiap kontak erat akan dilakukan karantina dan entry test pada hari pertama untuk mengetahui status kesehatannya serta exit test pada hari ke-5 karantina, memastikan yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala sama sekali dan dapat dinyatakan tidak terinfeksi," jelas dia. 

Reisa menambahkan, berhubungan dengan kapasitas testing dan tracing yang meningkat, kontak erat dengan hasil positif berdasarkan entry test atau exit test juga akan dibawa ke tempat-tempat isolasi terpusat yang telah disediakan untuk mendapatkan perawatan. Isolasi terpusat yang telah disiapkan pemerintah sudah siap dengan perangkat pendukung operasionalnya. 

Penting bagi masyarakat yang positif covid-19 untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat guna pemulihan kondisi serta melindungi orang di sekitarnya. Selain Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Reisa menyebut, telah dioperasikan Rumah Susun (Rusun) Nagrak dan Pasar Rumput yang telah disiapkan untuk dapat menampung hingga 10.000 pasien serta rusun Pasar Rumput yang kapasitasnya mencapai 6.000 tempat tidur. 

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah tempat di luar Jakarta, seperti di Bandung, Depok, kota Tangerang juga sudah siap dengan tempat isolasi terpusat. Begitu pun seperti di Yogyakarta yang terbagi pada tiga tempat, yaitu di asrama Universitas Gadjah Mada, Asrama Universitas Negeri Yogyakarta dan Asrama milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Lalu di Solo juga sudah disiapkan dan tersebar sebanyak 1.700 titik baru terisi 400 titik,” tandas dia. (OL-7)

Baca Juga

Setwapres

Wapres Dorong NU Terdepan Atasi Persoalan Sosial

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:49 WIB
Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini umat tengah dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang memiliki dua...
Dok. Universitas Pancasila

Gandeng Universitas Cenderawasih, Universitas Pancasila Jalin Kolaborasi di Bidang Olahraga dan Akademik 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:45 WIB
Adanya kolaborasi ini memberi kesempatan kepada kedua kampus untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dan...
Dok. Kalbis Institute

Kalbis Institute Luncurkan Program Management in Family Bussiness 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:36 WIB
Program itu bertujuan untuk bisa menjadi jembatan bagi seluruh mahsiswa agar bisa melanjutkan serta mengembangkan usaha yang telah dirintis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya