Senin 26 Juli 2021, 21:02 WIB

Pembelajaran Adaptif Ungkit Potensi Siswa, Zenius Luncurkan Fitur ZenCore

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Pembelajaran Adaptif Ungkit Potensi Siswa, Zenius Luncurkan Fitur ZenCore

Dok. Zenius
Ilustrasi pembejalaran adaptif

 

SETIAP siswa di kelas memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda-beda. Namun, mayoritas kegiatan belajar mengajar di Indonesia saat ini masih menggunakan model standar yang menyamaratakan materi dan pelatihan untuk semua siswa yang ada di kelas. 

Akibatnya, banyak bibit unggul yang kurang berkesempatan memaksimalkan potensinya, sementara siswa yang tertinggal menjadi kesulitan dan tidak termotivasi untuk memahami materi dengan baik.

Untuk mengatasi tingkat pemahaman dan pengetahuan yang berbeda-beda (learning gap) tersebut, kini muncul tren baru dalam dunia pendidikan yang mulai diadopsi secara luas, yakni sistem pembelajaran adaptif (adaptive learning). Metode ini memungkinkan materi pelajaran dipersonalisasi atau dirancang khusus sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. 

Umumnya, model ini mengandalkan teknologi berbasis web, yaitu siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal terlebih dahulu, lalu materi akan dihadirkan menggunakan machine learning yang akan melatih dan menilai kemampuan siswa untuk menentukan penyajian soal-soal dan materi berikutnya. 

Sistem pembelajaran adaptif bisa menjadi solusi bagi masa depan pendidikan Indonesia. Menggunakan bantuan algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), setiap siswa difasilitasi untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing, serta mendapatkan umpan balik yang lebih relevan agar mereka bisa mengetahui area-area kelemahan dan kekuatannya. 

Di saat yang sama, penerapan pembelajaran adaptif bisa mempermudah guru untuk memantau siswa mana yang membutuhkan bantuan, mengukur efektivitas kurikulum yang telah dibuat, serta memaksimalkan hasil belajar. 

Platform Zenius menjadi edtech pertama di sektor K12 yang mengadopsi metode pembelajaran adaptif sejak awal Juli 2021 melalui fitur terbarunya, ZenCore. ZenCore menyediakan materi dan pelatihan adaptif untuk mengembangkan keterampilan fundamental pengguna. 

Baca juga : Raih Gelar Doktor, Fahmi Idris Uraikan Strategi Pemberantasan Korupsi

Di dalamnya terdapat dua fitur utama, yakni CorePractice, tempat latihan dengan ratusan ribu pertanyaan latihan dari 3 cabang konsentrasi utama seperti logika verbal, matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara CoreInsight, tempat yang menyediakan berbagai pengetahuan yang insightful seperti filsafat, basic sciences, big history, dapat digunakan untuk mendukung dan memperluas wawasan dan sudut pandang pengguna.

“Selama pandemi, kami melihat adopsi teknologi secara keseluruhan di sektor pendidikan meningkat signifikan, baik di kalangan guru, orang tua dan siswa. Karena itu, ini merupakan momentum tepat untuk menghadirkan sistem pembelajaran adaptif dengan ZenCore. Kami optimis penggunaan teknik pembelajaran adaptif dapat menjadi stimulus positif dalam sistem pendidikan Indonesia dan ke depannya akan banyak pemain lain yang ikut mengadopsi sistem ini untuk merangsang minat dan motivasi belajar siswa,” ungkap Sabda PS, Founder dan Chief Education Officer Zenius. 

Tidak hanya bagi siswa, sistem pembelajaran adaptif juga efektif bagi semua orang yang ingin mempelajari sesuatu. Sebagai contoh, organisasi non-profit Elearning Industry menerapkan program pembelajaran adaptif online di Belanda dan Polandia, khusus untuk penduduk berusia lebih dari 50 tahun yang ingin belajar. 

Lebih jauh, berdasarkan penelitian platform pembelajaran adaptif Adaptemy pada 2017, ditemukan bahwa 70% siswa merasakan peningkatan pada kemampuan matematika, sementara 89% merasa bahwa soal-soal latihan yang diberikan oleh sistem pembelajaran adaptif sangat membantu proses pemahaman. Faktor-faktor yang paling disukai oleh siswa adalah personalisasi soal dan materi sesuai kemampuan mereka (42%), relevansi soal-soal latihan (39%), serta evaluasi yang lebih relevan dan mendalam (38).

Di level universitas, Arizona State University juga merasakan manfaat positif dari penerapan pembelajaran adaptif melalui platform bernama ALEKS. Di mata kuliah aljabar, jumlah mahasiswa yang lulus dengan nilai minimal adalah 45%, dan dengan nilai bagus berkisar di 65% pada tahun 2015/2016. Namun, setelah pengimplementasian teknik pembelajaran adaptif, angka mahasiswa yang lulus dengan nilai minimal naik menjadi 74%, dan dengan nilai bagus menjadi 84%. 

“Tim teknologi kami telah menggunakan perpaduan sistem algoritma, machine-learning, dan kecerdasan buatan yang canggih untuk menghadirkan implementasi pembelajaran adaptif berskala luas. Kami berharap, sistem pembelajaran adaptif ini akan membantu siswa untuk mengetahui tingkatan pemahaman mereka, terutama dalam keterampilan fundamental, dan membantu mereka untuk mulai belajar dari mana saja. Selain itu, kami juga akan terus mengembangkan metode pembelajaran ini di platform kami, agar setiap siswa dapat belajar dengan nyaman, tanpa takut merasa tertinggal dengan teman-teman sekelasnya,” ungkap Sabda. (OL-7)

Baca Juga

Ist

KNPI dan FKPPI Siap Bersinergi Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 23:21 WIB
Saatnya pemuda menyatukan tekad guna membantu pemerintah, di antaranya menyukseskan program vaksinasi guna menekan angka penyebaran...
MI/SUMARYANTO BRONTO

Jaringan Internet BAKTI Membuat Pulau Auki tidak Lagi Kelam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:35 WIB
Sayangnya, dari 19 distrik atau kecamatan yang ada di Kabupaten Biak Numfor baru 2 distrik yang terkoneksi dengan sambungan telekomunikasi...
Dok FKG Univ Moestopo

FKG Universitas Moestopo Sukses Gelar Pelatihan Dental Implan 

👤RO 🕔Sabtu 25 September 2021, 21:10 WIB
Melalui program KIT GTI di PBIKG, dokter gigi dapat memperoleh sertifikat yang berlaku lima tahun untuk bekerja melayani pemasangan gigi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya