Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Masyarakat Diimbau Banyak Konsumsi Sayur dan Buah di Masa Pandemi

Mediaindonesia.com
15/7/2021 12:45
Masyarakat Diimbau Banyak Konsumsi Sayur dan Buah di Masa Pandemi
Ilustrasi(Dok. Herbalife )

KESEHATAN menjadi sesuatu yang penting di masa pandemi covid-19 saat ini. Sebab dengan tubuh yang sehat diharapkan tidak tertular virus korona.   

Ada beragam cara untuk mendapat tubub yang sehat. Selain makanan bergizi, olahraga teratur, dan tidur yang cukup, juga diperlukan suplemen. Namun untuk mengganti suplemen, masyarakat bisa mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.

Baca juga: Tips Sehat Memilih Menu Makanan untuk Jalani Ramadan
 
Berangkat dari situ perusahaan nutrisi global, Herbalife Nutrition merilis temuan dari Survei 2020 Diet Decisions Survey. Pemaparan hasil survei ini disampaikan oleh anggota Nutrition Advisory Board (NAB) atau Dewan Penasihat Nutrisi yang pertama dari Indonesia, Dr. Rimbawan (Ph.D).

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 8.000 konsumen di delapan negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam dan mengungkapkan bahwa 58% responden di Asia Pasifik menerapkan pola makan lebih baik dan lebih rajin berolahraga selama pandemi.

Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan adalah hal yang menggembirakan untuk mengetahui masyarakat kita semakin menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama selama pandemi. Selalu banyak kesempatan untuk mengubah pola hidup ke arah yang semakin sehat.

"Di sinilah kami dan para NAB Herbalife Nutrition hadir untuk memberikan referensi nutrisi yang tepat di saat masyarakat kita membutuhkan informasi yang akurat terkait nutrisi," ujar Andam.

Sementara, 79% responden Indonesia mengatakan bahwa mereka setuju untuk memanfaatkan pandemi sebagai momentum mengubah pola makan dan gaya hidup. Untuk menjaga kesehatan adalah alasan mayoritas responden (73%) dalam mengubah pola makan dan nutrisi mereka. Dan, 34% mengubah pola makan dan nutrisi untuk mendapatkan berat badan ideal.

Alasan responden Indonesia kenapa pandemi menjadi momentum untuk mengubah pola makan, 52% menyatakan memiliki banyak waktu untuk mencari informasi terkait makanan dan pola makan yang lebih sehat.
34% menyatakan memiliki lebih banyak waktu untuk memasak dan mencoba resep baru. 24% menyatakan punya kesempatan untuk jauh dari pengaruh yang berpeluang merusak pola makan.

“Dari hasil survei, kita dapat mengamati bahwa masyarakat kita lebih banyak makan buah, sayuran, dan makanan nabati lainnya. Namun, faktanya, banyak konsumen ingin lebih banyak mengkonsumsi protein nabati yang padat nutrisi tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Ini menunjukkan perlunya pendidikan nutrisi masyarakat untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih baik dalam pola makan harian mereka,” kata Andam lagi.

Hasil survei juga mengungkapkan, 59% responden dari Indonesia telah mengambil keputusan untuk mengubah pola makan selama pandemi. Perubahan tesebut digambarkan dengan 39% responden menyatakan mulai dengan mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur. Sementara 28% responden juga menyebut lebih memilih makanan berbahan nabati dan 22% mencoba dengan mengurangi konsumsi nasi.

79% responden Indonesia merasakan perbedaan pada kesehatan tubuh saat pendemi sejak mereka mulai mengubah pola makan. 71% responden juga mengaku, pandemi memberi mereka lebih banyak waktu untuk berolahraga. Selain itu, 71% responden juga percaya, mereka akan menjadi individu yang lebih sehat saat pandemi berakhir, dan akan membawa dampak yang siginifikan terhadap kesejahteraan.

“Kita bisa menciptakan lingkungan yang mendukung atau lingkungan sekitar kita agar lebih sehat dengan ikut menyediakan referensi informasi terkait nutrisi yang benar. Keahlian dari para ahli nutrisi, harus kita amplifikasi agar memilih pola hidup sehat dan tepat di tengah derasnya arus informasi kesehatan saat pandemi saat ini,” ujar Andam Dewi. (RO/A-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya