Kamis 24 Juni 2021, 23:50 WIB

PP Muhammadiyah Ingatkan Covid-19 Meningkat, Semua Agar Waspada

Ardi T hardi | Humaniora
PP Muhammadiyah Ingatkan Covid-19 Meningkat, Semua Agar Waspada

MI/Ardi T hardi
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir

 

HARI ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia melonjak sampai menembus angka 20.574. Demikian data Kementerian Kesehatan RI yang dikutip Kamis (24/5).

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, keadaan ini sangat memprihatinkan dan perlu semakin waspada bagi semua pihak.

"Masyarakat agar semakin berdisiplin tinggi mengikuti protokol kesehatan. Sebaiknya jangan bepergian kecuali yang sangat mendesak, urgen,  dan aman
secara prokes. Kegiatan yang melibatkan banyak orang dan tidak urgen semestinya dihentikan seperti rekreasi, studi banding, pertemuan, dan sejenisnya," tutur Haedar, Kamis (24/6).

Taati ketentuan PPKM dan jangan mencari celah untuk melanggar. Jangan abai dan merasa aman, apalagi dengan sikap angkuh atau tidak peduli. "Masalah pandemi ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan kelompok atau orang perorang," jelas dia.

Satu saja di antara warga lalai, abai, ceroboh, dan nekad maka berpengaruh terhadap yang lainnya. Sudah tinggi, saatnya semua warga bangsa bersikap
superwaspada dalam menghadapi keadaan yang genting ini. Masalah ini bukan soal sikap takut atau tidak takut serta paranoid atau tidak, melaikan
menyangkut pertaruhan keselamatan jiwa dan hajat hidup manusia keseluruhan yang harus dijaga dengan seksama serta agar kasua Covid-19 tidak semakin berat.

Karenanya, Haedar meminta kepada pemerintah dari pusat sampai daerah dengan seluruh kelembagaan atau instansinya agar betul-betul menerapkan kebijakan yang konsisten, terpadu, dan berada dalam satu langkah yang sama. Termasuk menerapkan kebijakan PPKM.

Haedar mengatakan , inkonsistensi akan membuat langkah penanganan Covid-19 menjadi maju mundur atau fluktuatif, yang akhirnya kondisi bisa tidak
terkendali.

"Para pejabat dan elite negeri dari pusat sampai daerah juga penting menyatukan sikap dan langkah, disertai keteladanan dalam menegakkan protokol kesehatan dan tidak memberi angin kepada warga yang membuat semuanya menjadi longgar dan lalai. Bila prihatin dengan keadaan maka semua
pihak mestinya semakin waspada, seksama, dan berusaha seoptimal mungkin dalam mengatasi keadaan pandemi dengan total dan simultan," jelas Haedar.

Kepada para cerdik pandai dan elite manapun saatnya menyatukan  pandangan dan langkah dalam meringankan beban masyarakat dengan tidak melontarkan atau memproduksi ujaran, pernyataan, dan apapun yang  menegasikan virus Covid-19 dan usaha vaksinasi serta menimbulkan kontroversi.

"Kasihan rakyat kecil yang semakin berat mengahadapi keadaan akibat Covid, juga para tenaga kesehatan di garda depan dan menjadi benteng terakhir
dalam mengatasi pandemi. Kasus yang meningkat semakin menambah berat tugas para dokter, tenaga kesehatan, dan pihak rumah sakit maupun para petugas yang menangani  Covid. Para dokter dan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid selain makin overload juga rawan tertular serta secara fisik dan psikologis kian berat bebannya," jelas Haedar.

Sikap empati dan simpati dari semua warga dan elite bangsa terhadap kondisi rumah sakit dan nasib dokter dan tenaga kesehatan sangatlah diperlukan.
Mereka bertugas penuh dengan resiko. Termasuk dengan menghentikan segala kontriversi yang menegasikan pandemi dan vaksinasi karena pengaruhnya tidak positif dalam usaha menangani Covid-19 yang semakin berat itu.

"Saatnya semua rendah hati, menahan diri, toleransi, dan mengembangkan kebersamaan di saat kita menghadapi musibah yang sangat berat ini. Kita
semua belajar rendah hati dan bijaksana dalam menghadapi pandemi ini. Seraya terus ikhtiar dan munajat kepada Allah agar kita semakin diringankan
dari musibah ini, serta Allah mengangkat musibah pandemi Covid-19 ini," tutup Haedar. (OL-13)

Baca Juga: Viral Perawat Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 di Garut

 

Baca Juga

Dok.BPPT

Menteri KLHK Antisipasi Puncak karhutla dengan Hujan Buatan

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:45 WIB
Upaya TMC di Provinsi Riau, pada fase pertama, 10 Maret sampai 5 April 2021, secara umum meningkatkan curah hujan sekitar 33 hingga 64...
Dok. Kiny Cultura Indonesia

Lestarikan dan Promosikan Budaya Indonesia, Anak Indonesia Raih Sertifikat CID UNESCO

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:40 WIB
Penghargaan diberikan kepada Alif Rajendra Aryaputa Sidik di kategorin Male Yout Folk musician appreciation award dan Kalya Mahiya Pravina...
Dok  ICStar Hackathon 2021

Banyak Diminati, Seleksi ICStar Hackathon 202 Makin Ketat

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 30 Juli 2021, 22:49 WIB
Sebanyak lebih dari 500 kandidat dari 100 universitas di Indonesia dan Malaysia berpartisipasi dalam kompetisi ICStar Hackathon 2021 yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya