Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan dukungan International Tropical Timber Organizationl (ITTO) melakukan pengembangan Smart Patrol Information System Karhutla.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Basar Manullang mengungkapkan patroli pencegahan karhutla merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan karhutla yang menggambarkan kondisi near realtime pada desa rawan karhutla. Kegiatan patroli juga menggambarkan bentuk kehadiran pemerintah serta sinergitas para pihak dalam upaya pencegahan di lapangan.
“Salah satu yang menjadi kendala dalam patroli terpadu adalah sistem pelaporan yang dilakukan selama ini oleh tim patroli adalah sistem pelaporan berjenjang yang masih dilakukan dengan konvensional atau paper print out. Sehingga dapat dibayangkan berapa banyak laporan yang menumpuk dari hasil patroli tersebut,” ungkap Basar dalam keterangan resmi, Sabtu (5/6).
Basar mengatakan banyaknya laporan yang dihasilkan dari kegiatan patroli tersebut menjadi pemicu untuk merancang dan membangun sebuah sistem aplikasi yang dapat digunakan sebagai sistem pelaporan pelaksanaan patroli pencegahan karhutla.
Adapun, pembangunan sistem informasi di-support oleh Tim Peneliti Fakultas MIPA - IPB pada tahun 2019 di wilayah Sumatera yang diketuai oleh Prof. Dr. Imas Sukaesih Sitanggang, M.Kom.
Namun demikian, Basar menegaskan bahwa sistem informasi ini tidak dapat menggantikan peran tim patroli di lapangan, tapi setidaknya sistem ini dapat membantu pekerjaan tim patroli dalam melaporkan kegiatan patroli di lapangan.
Selanjutnya, pada 2020, sistem informasi tersebut sudah mulai diujicobakan di beberapa wilayah di Sumatera, seperti di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tahun 2021 akan dikembangkan lagi sehingga dapat digunakan di seluruh Indonesia.
“Saya sangat mengharapkan aplikasi sistem informasi yang telah dibangun ini dikembangkan lagi sehingga lebih komprehensif dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh Tim Patroli Pencegahan Karhutla di seluruh Indonesia,” ucap Basar. (Ata/OL-09)
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Titik panas atau hotspot yang diduga adanya kebakaran hutan dan lahan (kahutla) bertebaran di sejumlah titik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak sepekan.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved