Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUASAAN bahasa asing saat ini begitu penting lantaran persaingan dunia kerja semakin meningkat dari tahun ke tahun.
"Sekarang ini pengusaaan bahasa asing mutlak hukumnya atau sudah kewajiban bagi setiap orang. Apalagi saat ini persaingan kerja sangat keras,"ujar CEO Tamasia Muhammad Assad dalam webinar Pentingnya Bahasa Asing Untuk Masa Depan yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA, Sabtu (29/5).
Assad menambahkan, penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan Mandarin menjadi nilai plus bagi seseorang dalam meningkatkan kariernya dalam suatu perusahaan.
Baca juga : Perguruan Tinggi Kian Mendukung Energi Bersih Melalui PLTS
"Kemampuan berbahasa asing menjadi nilai lebih, sehingga peluang berkarier lebih terbuka. Kalau saat ini ada dua bahasa asing yang wajib dikuasai yaitu Inggris dan Mandarin,"tambahnya.
Tidak hanya itu, penguasaan bahasa asing juga menjadi peluang bagi yang ingin melanjutkan study ke keluar negeri. Pasalnya ada banyak orang yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri namun penguasaan bahasa asing sangat minim.
"Yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri pasti diperlukan keterampilan berbahasa. Contohnya saya yang pernah mendapatkan beasiswa ke luar negeri. TOEFL harus tinggi pastinya," katanya. (RO/OL-7)
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved