Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan fakta adanya peningkatan aktivitas gempa bumi signifikan yang guncangannya dirasakan masyarakat sepanjang 2021. Namun demikian, rentetan gempa itu tidak saling berkaitan.
"Tidak berkaitan tetapi memang ada peningkatan gempa dari beberapa sumber gempa yang ada," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono kepada Media Indonesia, Minggu (23/5).
Dia menambahkan belum diketahui penyebab fenomena peningkatan aktivitas gempa. Namun yang pasti kejadian lindu adalah proses pelepasan energi yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa setelah mengalami akumulasi medan tegangan yang sudah berlangsung sejak lama.
Baca juga : Bandung Gempa, Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan
"Pemicunya masih sulit dijelaskan. Tetapi yang pasti setiap sumber gempa memiliki kemampuan mengakumulasi medan tengangan/stres sendiri-sendiri dan matang kemudian rilis energi sebagai gempa," sebutnya.
Daryono menyebutkan, gejala meningkatnya aktivitas gempa pada waktu-waktu tertentu masih sulit diterangkan. Ada dugaan, perubahan pola tegangan global, regional, bahkan lokal tampaknya dapat menerangkan gejala ini.
"Tetapi terkonsentrasinya aktivitas gempa pada kawasan dan kurun waktu tertentu saat ini sudah dapat dilakukan dengan mudah. Namun demikian yang paling penting adalah bagaimana mengenali dan membedakan berbagai ragam kejadian bencana gempa yang terjadi," jelas.
Baca juga : Waspada Gempa! Sesar Pati Aktif, 14 Kecamatan Di Rembang Terancam Gempa
Dia tak memungkiri bahwa peningkatan gempa yang terjadi hampir bersamaan dan lokasinya yang berdekatan.
"Saking banyaknya bisa hampir bersamaan waktu nya dengan lokasi berdekatan," lanjutnya.
Terkait penyebab gempa berkekuatan 5,9 magnitudo di Jawa Timur (Jatim) yang dapat merusak bangunan, Daryono menjelaskan gempa itu berjenis intraslab yang mampu meradiasikan ground motion atau guncangan yang lebih besar.
Baca juga : Gempa Tektonik Guncang Mojokerto, BMKG: Dipicu Sesar Aktif
"Mengapa gempa relatif kecil hanya M5,9 bisa sangat merusak? Karena gempa ini merupakan jenis gempa intraslab yang mampu meradiasikan ground motion atau guncangan yang lebih besar dari gempa lain dengan sumber lain dengan magnitudo sekelasnya," terangnya.
BMKG mencatat, sepanjang Mei 2021 telah terjadi peningkatan sebanyak 609 gempa. Diketahui pada tahun 2021 selama tiga bulan terakhir, rata-rata kejadian gempa bumi di Indonesia menurut data dapat terjadi 300-400 kali setiap bulan.
Di bulan Januari, gempa yang tercatat sebanyak 666 kali. Kemudian di bulan Februari terjadi sebanyak 534 kali, dan pada bulan Maret mencapai 918 kali, April mencapai 805.
Baca juga : Gempa Tektonik Arti dan Penyebabnya
"Iyah meningkat, ini Mei saja belum abis bulan sudah mencapau 600 lebih gempa," pungkasnya. (H-3)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa kejadian penampilan goyang biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur bukan masalah sepele.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
PENGAMAT Sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis, memberikan penjelasan soal polemik penampilan biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur.
SEKELOMPOK anak muda dari perguruan silat diamankan polisi karena melakukan konvoi yang meresahkan warga dan pengendara lain di Sidoarjo, Jawa Timur.
Menurut Heru, puso terjadi secara tersebar dan sebagian besar berlangsung pada Oktober 2025, saat tanaman padi telah memasuki masa panen.
Jawa Timur miliki Sekolah Rakyat terbanyak, sebanyak 26 Sekolah Rakyat telah beroperasi, menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak secara nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved