Senin 03 Mei 2021, 20:34 WIB

Panen Nila 4.000 Kilogram, Dompet Dhuafa Dorong Ketahanan Pangan 

mediaindonesia.com | Humaniora
Panen Nila 4.000 Kilogram, Dompet Dhuafa Dorong Ketahanan Pangan 

Ist
Panen perdana itu sekaligus pengembangan lahan budi daya ikan nila di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Indramayu, Jawa Barat.

 

PANDEMI Covid-19 yang telah melanda Indonesia lebih dari setahun lalu, berdampak besar pada lesunya industri perikanan di beberapa wilayah.

Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya serapan pasokan ikan dari nelayan dan pembudidaya, kepada pembeli. Sehingga terjadilah penumpukan hasil produksi dan penurunan mutu ikan tidak tertangani dengan baik.

Mendukung program ketahanan pangan berbasis desa atau masyarakat, termasuk di dalamnya para petani perikanan tambak, Dompet Dhuafa bersama Kelompok Tani Darul Arqam menggelar panen perdana pada Minggu, (2/5/2021).

Panen perdana itu sekaligus pengembangan lahan budi daya ikan nila di Desa Kenanga, Blok Gandok, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

"Pengembangan pemberdayaan ekonomi dengan pendekatan dakwah, budaya, dan pelayanan masyarakat bersinergi untuk membangun ketahanan pangan. Maka, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus survive,"  ungkap Ahmad Shonhaji, selaku Direktur Dakwah Budaya dan Pengembangan Masyarakat Dompet Dhuafa, sekaligus Ketua Satgas Gugus Tugas Covid-19 Dompet Dhuafa.

"Semoga dapat bertumbuh penerima manfaat yang dalam hal ini para petani. Bahwa dana zakat produktif yang diamanahkan oleh para donatur dapat tepat guna. Sehingga yang kita harapkan dari ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat," jelas Shonhaji.

Budi daya perikanan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan. Karena ikan yang memiliki sumber protein, makin digemari masyarakat semua kalangan. Pascapandemi, pasokan supplies raw material berpotensi terhadap penurunan produksi di perdesaan sehingga ketahanan pangan menjadi terganggu.

"Kami mengucapkan terima kasih, kepada para donatur Dompet Dhuafa yang sudah banyak dalam mewujudkan impian kami untuk menjadi wirausaha di bidang ternak ikan air tawar. Semoga donatur Dompet Dhuafa semakin sukses," ucap Kusein, selaku Ketua Kelompok Tani Darul Arqam.

Budi daya ikan nila pada lahan tambak seluas 12x20 meter yang menghasilkan sekitar 4.000 kg Ikan Nila. Pengembangan lahan budi daya ikan nila akan berpotensi menghasilkan panen sekitar 2.000-3.000 kg di setiap bulan pertambak agar percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak masuk ke jurang resesi akibat pertumbuhan ekonomi minus. 

"Semoga apa yang di-support dana zakat produktif dari para donatur Dompet Dhuafa bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi dan sosial saja. Tapi dapat berdampak pada spiritual penerima manfaat," tambah Ahmad Shonhaji.

Dompet Dhuafa terus menstimulan daerah di Indonesia untuk inovasi dengan berbagai program rancangan. Mulai dari pembagian bantuan sosial hingga program bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan aplikasi program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC).

Dompet Dhuafa hadir bersama kelompok tani memberikan sarana dan prasarana penunjang, serta pendampingan akibat wabah Covid-19 dengan tujuan pemberdayaan dan kemandirian keluarga. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Pribadi

ILUNI UI Minta Status Tersangka Peserta Demo Hardiknas Dicabut

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:55 WIB
“Adik-adik mahasiswa dan para buruh sudah mengadakan aksi secara damai dan sesuai prokes, namun tetap ditangkap dan dijadikan...
MI/M. Irfan

Nadiem Bertekad Segera Hapus 3 Dosa Besar Pendidikan 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:45 WIB
"Kreatifitas, nalar kritis dan inovasi hanya dapat berkembang jika peserta didik dan pendidik seluruhnya merdeka dalam belajar, tidak...
Antara/Ari Bowo sucipto

Ini Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:40 WIB
Buah naga memiliki banyak manfaat kesehatan yang potensial. Buah ini kaya akan antioksidan seperti flavonoid, asam fenolat, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya