Senin 03 Mei 2021, 05:28 WIB

BPPT Luncurkan Alat Ukur Kadar Antibodi Setelah Divaksin Covid-19

Mediaindonesia.com | Humaniora
BPPT Luncurkan Alat Ukur Kadar Antibodi Setelah Divaksin Covid-19

DOK BPPT
Peneliti BPPT kembangkan alat untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk setelah seseorang menjalani vaksinasi covid-19.

 

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengembangkan inovasi di bidang covid-19. Tahun ini BPPT sukses mengembangkan alat kesehatan untuk mengukur antibodi kuantitatif dan Rapid Diagnostic Test (RDT) antigen pascavaksinasi covid-19

Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan inovasi deteksi antibodi kuantitatif memiliki fungsi untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk setelah seseorang menjalani vaksinasi covid-19.

"Di tengah masa vaksinasi yang dilakukan di berbagai wilayah, kemunculan alat kesehatan untuk mendeteksi antibodi kuantitatif dan RDT antigen semoga dapat menjadi bukti bahwa BPPT mengikuti arahan Presiden RI Joko Widodo yang meminta untuk berburu inovasi," jelas Hammam dalam keterangan tertulis, Senin (3/5).

Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, serta upaya pemerintah dalampengendalian pandemi. Usai warga melakukan vaksinasi korona, orang tersebut belum tahu apakah antibodi sudah tercipta di dalam tubuh. Alat diciptakan BPPT itu bisa mendeteksinya.

"Jadi sebelumnya BPPT sudah meluncurkan rapid test kit untuk mendeteksi cepat paparan virus Covid-19 atau RDT antibodi RI-GHA. Kali ini kita meluncurkan alat untuk tes cepat guna mengetahui apakah vaksinasi yang dilakukan pada seseorang telah menghasilkan antibodi," jelas Hammam.

Selain alat kesehatan tadi, Hammam juga menuturkan pihaknya terus melanjutkan kegiatan inovasi untuk penanganan covid-19 yang berfokus pada kegiatan pelacakan (tracing), pengujian (testing) dan pengobatan (treatment).Lebih lanjut dengan adanya test kit deteksi antibodi kuantitatif ini, Hammam berharap program vaksinasi bisa berjalan lancar. Test kit juga diharapkan melihat kemampuan herd immunity sejak dini kepada masyarakat, usai pemberian vaksin.

"Kami akan segera luncurkan test kit antibodi ini, dan mendorong kesuksesan program vaksinasi. Dengan program vaksinasi yang masif dan terukur, maka diharapkan segera terbentuk herd immunity. Dan herd imunity pun harus kita monitor dari waktu ke waktu," pungkasnya.

baca juga:BPPT

Produk riset dan inovasi yangdihasilkan BPPT tersebut antara lain mencakup kit deteksi antibodi kuantitatif, RDT antigen Covid-19, prototipe Direct Digital Radiography untuk deteksi Ccovid-19, Laboratorium BSL-2 stasioner, ventilator ICU, herbal imunostimulan, aplikasi kecerdasan artifisial untuk deteksi covid-19, pengurutan genom virus menyeluruh, database dan aplikasi kecerdasan artifisial untuk identifikasi dan pemanfaatan mikroba Indonesia. Serta database bioprospeksi tanaman untuk pengembangan obat berbasis kecerdasan artifisial. (RO/OL-3)

 

Baca Juga

DOK KEMENSOS

Penyerahan Bansos Butuh Proses dan Waktu serta Padan dengan NIK

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 10:12 WIB
Setiap warga KAT SAD di Provinsi Jambi secara bertahap telah, sedang dan terus melakukan perekaman data agar bisa mendapatkan...
ANTARA/ Dedhez Anggara

Pelarangan Mudik Diputuskan Berdasar Data

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 06 Mei 2021, 09:50 WIB
Seseorang yang telah membawa dokumen hasil negatif covid-19 sekalipun masih dapat tertular oleh orang lain ketika melakukan...
ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Menteri LHK dan Menteri KKP Kolaborasi Untuk Blue Carbon Bermutu

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 06 Mei 2021, 09:36 WIB
Ekosistem Blue Carbon yang didalamnya berupa ekosistem pesisir terutama mangrove, padang lamun dan kawasan rawa payau merupakan ekosistem...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya