Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana (PSPB), Kedeputian Sistem dan Strategi mengadakan Webinar Desk Rencana Penanggulangan Bencana (RPB). Webinar Desk ini dimaksudkan untuk memperkenalkan prosedur konsultasi yang disediakan oleh Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB, khususnya dalam hal penyusunan Dokumen RPB bagi seluruh stakeholder terkait kebencanaan.
Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) sendiri merupakan dokumen 5 tahunan turunan dari Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) Tahun 2020-2044. RIPB 2020-2044 adalah rencana jangka panjang 25 tahunan yang memuat visi-misi, kebijakan & strategi, juga peta jalan pelaksanaan penanggulangan bencana.
Baca juga: Jalan Hutan Tropis Indonesia Menuju Harapan Dunia
“Turunan dari RIPB per lima tahunan adalah Rencana Nasional PB (Renas PB) yang memuat pengkajian bahaya, ancaman, kerentanan masyarakat seta analisis kemungkinan dampak bencananya, diikuti dengan pilihan tindakan pengurangan risiko bencana dan pemetaan kesiapan sumberdaya dan alokasi pembagian tugas, kewenangan dan sumber daya yang tersedia dalam penanggulangan bencana.” Jelas Agus Prabowo, Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB dalam keterangan resmi, Kamis (29/4).
Salah satu mandat penyusunan RPB terdapat dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 pasal 35 yang berbunyi “Penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam situasi tidak terjadi bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf a meliputi: a. perencanaan penanggulangan bencana…”
Mengapa Dokumen RPB penting untuk dimiliki oleh setiap Provinsi maupun Kabupaten/Kota?
Salah satu tujuan dari disusunnya RPB ini adalah untuk mewujudkan visi Indonesia Tangguh Bencana 2045. PLT Deputi Bidang Sistem dan Strategi, Dr. Raditya Jati mengatakan Dokumen RPB merupakan suatu upaya agar perencanaan penanggulangan bencana menjadi suatu pedoman bagi pemerintah daerah dalam pelaksanaan penanggulangan bencana.
“Kita harus berupaya mengurangi risiko bencana melalui kebijakan yang ada di semua lini,” kata Radit dalam Webinar Desk Rencana Penanggulangan Bencana pada Jumat (23/4), melalui media komunikasi daring.
Agus Wibowo juga mengatakan hal yang serupa. Rencana Penanggulangan bencana daerah menjadi kunci implementasi strategi Penanggulangan bencana di provinsi/kabupaten/kota di Indonesia. interkoneksi dan kerjasama baik horszontal dan vertikal adalah kunci terwujudnya perencanaan yang komprehensif.
Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana disusun berdasarkan hasil analisis risiko bencana di wilayah setempat. Selain itu, RPB juga memuat upaya penanggulangan bencana yang dijabarkan dalam program kegiatan penanggulangan bencana dan rincian anggarannya.
Penyusunan dokumen RPB ini perlu adanya pelibatan unsur Pentahelix.
“Pelibatan dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media selaku subjek dalam penanggulangan bencana sangat penting untuk diperhatikan,” sebut Pratomo Cahyo selaku Analis Kebijakan BNPB.
Penyusunan Dokumen RPB dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, apabila suatu daerah belum memiliki belum memiiliki BPBD maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)/OPD yang memiliki tusi penanggulangan bencana dapat mengkoordinasikan penyusunan dokumen RPB tersebut.
Waktu ideal penyusunan dokumen RPB adalah sebelum ditetapkannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Derah (RPJMD) yang baru. Nantinya, dokumen RPB dapat menjadi masukan bagi penyusunan RPJMD.
“Namun, jika RPB disusun setelah RPJMD ditetapkan, maka RPB dapat menjadi penterjemahan dari RPMJD,” jalas Pratomo.
Dalam penyusunan dokumen RPB perlu menentukan risiko bencana prioritas berdasarkan hasil kajian risiko bencana serta identifikasi akar masalahnya. Identifikasi akar masalah membahas tentang keterpaparan dari sumber bahaya, kajian kapasitas daerah serta masalah pokok RPJMD.
Baca juga: Kemensos Terima Bekerja Keluarga Prajurit KRI Nanggala-402
Dokumen RPB tidak hanya memuat rencana pra bencana, namun juga perencanaan penanggulangan bencana saat tanggap darurat dan pasca darurat.
Tahun 2021, Direktorat PSPB BNPB mulai mengembangkan E-Bimtek Penyusunan RPB. Nantinya, BPBD atau instansi terkait yang memiliki tusi kebencanaan dapat berkonsultasi untuk mendapatkan asistensi penyusunan RPB.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Gunung Semeru di Lumajang-Malang erupsi Selasa malam (17/2), kolom abu mencapai 800 meter. PVMBG ingatkan masyarakat hindari radius bahaya 5-17 km dari kawah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved