Rabu 14 April 2021, 13:59 WIB

Kaum Muda, Aktor Penting Toleransi Beragama dan Perdamaian

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kaum Muda, Aktor Penting Toleransi Beragama dan Perdamaian

Ist
Dubes Indonesia Untuk Tahta Suci L. Amrih Jinangkung

 

AKSI terorisme dan radikalisme yang terjadi di Indonesia maupun di berbagai penjuru dunia menyadarkan   kita tentang masih rapuhnya perdamaian dan toleransi. Aksi terorisme seperti yang baru-baru ini terjadi di Makasar, telah mencoreng Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai, serta penuh toleransi. 

"Sayangnya masih banyak kaum muda yang terlibat dan menjadi pelaku aksi-aksi kekerasan tersebut, bahkan dengan mengorbankan nyawa sendiri," ujar Dubes Indonesia untuk Tahta Suci, L. Amrih Jinangkung, Rabu (14/4).

Baca juga: Menteri Agama: Bangun Budaya Hargai Peran Intelektual

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menunjukan usia pelaku teror di Indonesia yang masih muda, yaitu 11,8% berusia di bawah 21 tahun dan 47,3% di rentang usia 21-30 tahun.
 
Banyak aktivitas yang sudah dilakukan berbagai pihak untuk memupuk persaudaraan, meningkatkan toleransi dan menyebarluaskan budaya perdamaian. Kaum muda juga terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut. Namun, menurut Amrih, masih perlu upaya lebih keras lagi untuk memerangi aksi radikalisme dan intoleransi, karena masih ada pihak-pihak yang melakukan eksploitasi atas perbedaan-perbedaan di tengah masyarakat.

"Kita mencatat bahwa di era digital ini, internet, media sosial dan berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian dari keseharian hidup kaum muda jaman now," tandasnya.

Pihaknya juga melihat bahwa internet dan media sosial menjadi sarana penting untuk menyebarkan berbagai sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat, dialog antar agama dan budaya, semangat perdamaian serta persatuan. 

"Tetapi fakta juga menunjukkan bahwa internet telah dimanfaatkan untuk upaya-upaya negatif, seperti penyebaran faham radikalisme hingga rekrutmen anggota oleh kelompok-kelompok radikal," paparnya.
 
Keprihatinan atas berbagai aksi kekerasan dan terorisme di atas telah mendorong KBRI Vatikan untuk berkontribusi positif melalui webinar, guna mendorong peran aktif kaum muda sebagai aktor penting dalam penyebaran budaya damai, toleransi dan persaudaraan. Webinar internasional yang akan dilakukan secara virtual ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan ke dunia internasional mengenai contoh konkret toleransi beragama dan perdamaian di Indonesia yang memiliki kemajemukan budaya dan agama. 
 
Webinar mengambil tema Youth and Religious Tolerance in Digital Era, akan diselenggarakan pada 16 April 2021, mulai pukul 15.00 WIB atau 10.00 waktu Italia. Webinar akan menghadirkan panelis dari 6 (enam) organisasi keagamaan di Indonesia, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Sementara dari Vatikan akan tampil wakil dari Pontifical Council for Inter-religious Dialogue, Rektor Universitas Kepausan Urbaniana, dan Komunitas Sant’Egidio. 

Baca juga: Gerakan Vaksin untuk Indonesia
 
Kegiatan ini juga diinsiprasi oleh dokumen “Human Fraternity for World Peace and Living Together” yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Dr. Ahmad al-Tayyeb, pada tahun 2019, serta kunjungan Paus ke Iraq bulan Maret lalu. Langkah konkret para tokoh tersebut kiranya menjadi contoh bagaimana memupuk toleransi antar umat beragama. Dalam hal ini kaum muda dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi antara lain untuk menyebarkan narasi positif tentang indahnya persaudaraan di tengah perbedaan.
 
Webinar terbuka untuk umum, dan KBRI Vatikan mengundang kaum muda untuk berpartisipasi dalam webinar dengan mendaftarkan diri melalui tautan bit.ly/YouthAndReligiousTolerance. (RO/OL-6)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

ANTARA/dokumentasi pribadi

KH Embay Mulya Syarief: Islam Agama Peduli Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Mei 2021, 02:39 WIB
KH Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang sangat menekankan kasih sayang dan peduli...
ANTARA/SISWOWIDODO

Survei: Kuliah Daring Cukup Efektif di Masa Pandemi

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 09 Mei 2021, 19:12 WIB
Dari 1.342 mahasiswa yang menjadi responden, 53,5% di antaranya menyatakan sistem perkuliahan...
MI/Ramdani

Jelang Idul Fitri, Polri Minta Pengelola Mal Antisipasi Kerumunan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 09 Mei 2021, 17:51 WIB
"Jika terjadi kerumunan massa di pusat perbelanjaan, yang bertanggung jawab itu ya pengelola pusat perbelanjaan tersebut," papar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya