Selasa 06 April 2021, 17:19 WIB

Populasi Lebah di Pulau Sumatra Alami Penurunan

Dwi Apriani | Humaniora
Populasi Lebah di Pulau Sumatra Alami Penurunan

Antara/Arif Firmansyah.
Pengunjung melihat budi daya lebah madu Trigona di salah satu stan pameran Bogor Berkebun di Balai Kota Bogor, Jabar, beberapa waktu lalu.

 

PERHIMPUNAN Entomologi Indonesia atau PEI mengungkap terjadi penurunan populasi lebah di Pulau Sumatra yang dipicu dampak perubahan iklim, ketersediaan pakan, dan pestisida. Hal ini sangat disayangkan karena lebah sangat berperan dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan PEI bekerja sama dengan Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin (Center for Transdisciplinary and Sustainability Science/CTSS) tahun 2020 tersebut, penurunan populasi lebah juga terjadi di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa, dan Maluku. Ketua Pusat CTSS Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman IPB University Bogor, Damayanti Buchori, mengatakan penelitian melibatkan 272 peternak lebah dan 25 peneliti.

"Pulau Sumatra memiliki lebih banyak spesies lebah dibandingkan daerah lain. Kami mencatat ada 16 spesies yang populer untuk menjadi ternak mulai dari Lampung hingga Aceh," katanya saat acara lokakarya Bee and Pollinator Awareness Day secara virtual, Selasa (6/4).

Menurut Damayanti, saat ini fenomena penurunan populasi lebah secara global merupakan fakta. Dia menjelaskan memang belum ada penelitian mendalam mengenai fenomena tersebut di Tanah Air, apakah terjadi atau tidak, sehingga CTSS merasa perlu untuk melakukan studi lanjutan agar Indonesia bisa melakukan tindakan penyelamatan.

"Data awal ini dari riset PEI perlu ditindaklanjuti dengan riset yang lebih komprehensif mengenai kondisi lebah di Indonesia," kata dia. Para riset awal PEI itu diketahui juga jumlah peternak lebah terus meningkat. Sebagian besar dari mereka baru memelihara lebah dalam kurun 3-5 tahun terakhir. Hampir setengah dari total peternak memperoleh koloni lebah pertama mereka dari alam liar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Antarjo Dikin mengatakan riset tersebut cukup menarik karena mengidentifikasi terdapat tiga faktor utama penyebab kematian lebah di nusantara, yaitu iklim (31%), sumber makanan (23%), dan pestisida (21%). "Ternyata berbagai masalah lain juga dapat memengaruhi kuantitas dan kualitas hasil madu seperti cuaca, sumber pakan, jenis lebah, dan perlakuan saat panen dan pascapanen," kata dia. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Bantuah Artha Graha Peduli ke Kupang Distribusiksn ke Sabu

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 05:20 WIB
Bantuan dari Artha Graha Peduli diterbangkan dengan helikopter milik BNPB dari Maumere ke  Sabu Raijua Kupang pada Sabtu...
ANTARA/OKY LUKMANSYAH

Masyarakat Diminta Jangan Khawatirkan Efikasi Vaksin

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 13 April 2021, 04:34 WIB
Pemerintah akan memberikan yang terbaik bagi rakyatnya terkait vaksin...
Antara

10,2 Juta Warga Indonesia Telah Divaksin

👤Antara 🕔Selasa 13 April 2021, 04:20 WIB
Pemerintah RI menargetkan akan memberikan vaksin COVID-19 terhadap 40.349.049 orang penduduk Indonesia hingga Juni...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya