Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT refluks asam, juga dikenal sebagai gangguan gastroesophageal reflux atau GERD dapat menyebabkan berbagai gejala tidak nyaman, termasuk mulas, regurgitasi, dan dispepsia (ketidaknyamanan pada perut). Meski GERD biasanya tidak mengancam jiwa, gejalanya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kerongkongan atau kanker.
Lantas, kapan orang dengan keluhan GERD harus memeriksakan diri ke dokter? Dikutip dari WebMD, jika Anda mengalami kesulitan menelan atau merasakan sakit saat menelan, mengalami mulas yang parah, batuk kronis, atau muntah darah atau benda hitam, maka sebaiknya hubungi dokter.
Baca juga: Gerd dan Maag Bisa Disembuhkan Lho, Ini Caranya!
Sebab, jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan esofagitis, tukak esofagus, striktur esofagus, pneumonia aspirasi, esofagus Barrett, yang berkembang pada sepuluh hingga lima belas persen orang dengan GERD, atau bahkan kanker esofagus. Demikian menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.
International Foundation for Gastrointestinal Disorders menyampaikan bahwa GERD telah memengaruhi satu dari lima atau lebih orang di Amerika Serikat. Individu yang berusia lebih dari 40 tahun, kelebihan berat badan, atau sedang hamil mungkin lebih berisiko. Merokok atau minum obat tertentu, seperti antibiotik, suplemen zat besi, atau pereda nyeri, juga dapat menyebabkan GERD.
"Refluks asam tidak selalu merupakan kondisi produksi asam lambung berlebih. Kadang-kadang makanan umum adalah penyebabnya dan di lain waktu itu adalah zat aditif atau bahan lain," terang Sonya Angelone, MS, RDN, CLT.
Baca juga: GERD dan Maag bukan Penyakit Seumur Hidup
Karena itu, menurut Dr Angelone, penting untuk mencatat setiap gejala yang terjadi setiap kali kamu mengonsumsi makanan tertentu. Hal ini berguna untuk mengetahui korelasi antara makanan atau bahan kimia tertentu dengan gejala GERD.
Untuk mencegah timbulnya gejala, Cleveland Clinic merekomendasikan untuk makan dalam porsi kecil, sering, dan kurangi jumlah mentega, saus, saus salad, minyak, atau daging berlemak dalam makanan.
Duduk tegak saat makan atau berdiri selama 45 hingga 60 menit setelah makan besar juga dapat membantu. Kamu juga harus menghindari makanan yang menjadi pemicu, termasuk makanan yang digoreng, pedas, dan berlemak. (Medcom.id/H-2)
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Deby Vinski menyampaikan Celltech Stem Cell Centre menggandeng RSPPN Soedirman guna memperluas akses layanan terapi sel punca berstandar internasional di Indonesia.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Presiden Prabowo menjajaki kerja sama STEM dan kedokteran dengan 24 universitas terkemuka Inggris demi memperkuat pendidikan tinggi dan tenaga medis RI.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah bakal merealisasikan pembukaan kampus-kampus kedokteran di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjawab kebutuhan nasional.
Kemdiktisaintek mendukung upaya Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) dalam memperbaiki tata kelola dan sistem perguruan tinggi di bidang pendidikan kedokteran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved