Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke. Karenanya, berbagai pihak mencoba mencari obat yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit mematikan itu. Salah satu kerja sama penelitian untuk mengungkap obat kanker berbahan alami tengah dikerjakan Nucleus Farma dengan akademisi.
Nucleus Farma mengembangkan riset tentang teripang emas (Sticophus variegatus) dengan target sebagai obat antikanker alami. Pada pengembangan ini Nucleus Farma bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kimia LIPI-Puspiptek, akademisi, dan praktisi untuk menemukan senyawa aktif sebagai antikanker.
Hasil riset itu disampaikan Prof Syamsudin yang pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila. "Simpulan hasil pengujian menunjukkan ada kandungan senyawa pada ekstraksi teripang emas antara lain alkaloid, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Senyawa tersebut ialah triterpen glikosida sebagai senyawa bioaktif menunjukkan aktivitas antikanker atau aktivitas sitotoksik. Senyawa tersebut sudah diberikan kode penamaan NAC1 (Nucleus Anticancer-1)," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (17/2).
Ekstraksi Sticophus variegatus diproduksi menggunakan biotechnology LTLP (low temperature and low pressure) yang canggih. Dapat dibilang Nucleus Farma menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang bisa menghasilkan produk serbuk berkualitas dari ekstraksi LTLP sehingga bisa mempertahankan zat aktif alami dari Sticophus variegatus.
Produk itu digadang-gadang dapat menggantikan cairan jelly gamat yang diproses dengan suhu tinggi. Zat aktif alami dari Sticophus variegatus sangat rentan terhadap suhu dan proses kimia, sehingga proses yang dilakukan oleh Nucleus Farma merupakan bagian dari biotechnology process yang dikembangkan secara serius dan sudah dipatenkan.
Proses riset, imbuh Syamsudin, masih harus tetap dilakukan, sehingga dapat terbukti keamanan, kemanfaatan, khasiat, serta mutunya. Untuk mencapai hal itu, perlu upaya kolaborasi antara akademisi, industri, praktisi, juga masyarakat guna mewujudkan obat antikanker alami. Dengan demikian, ia berharap potensi ekstrak Sticophus variegatus yang kini ada di produk Onogate dari Nucleus Farma dapat dikembangkan menjadi obat antikanker sesuai dengan hasil penelitian tersebut.
Sambutan positif dari hasil penelitian itu datang dari dr Manuel Hutapea SpOG(K)Onk yang merupakan dokter ahli onkologi (kanker). Ia mengaku sangat senang dengan ide yang disampaikan sebelumnya kepada CEO Nucleus Farma bahwa Onogate yang mengandung zat antikanker dari Sticophus variegatus dapat dikembangkan menjadi obat antikanker alami. "Pada hari ini disampaikan hasilnya bahwa ada senyawa triterpen glikosida yang aktif sebagai antikanker," tuturnya.
Menurut Manuel, penelitian antikanker yang dilakukan Nucleus Farma sudah sangat sistematis dan terarah. Ke depan, pihaknya siap berkolaborasi untuk uji klinis dengan pasien-pasien kanker, terutama untuk kanker payudara dan ovarium.
CEO Nucleus Farma Edward Basilianus menambahkan bahwa hasil penelitian itu menjadi terobosan yang luar biasa sesuai moto perusahaannya yaitu membantu menyehatkan bangsa. "Kami berharap produk-produk Nucleus Farma dapat dimanfaatkan oleh pasien kanker, baik untuk penyembuhan maupun pencegahan. Ini karena Onogate merupakan obat berbahan dasar alami, sehingga aman dikonsumsi setiap hari seperti jelly gamat."
Onogate sudah memiliki POM TR193327431 yang digunakan sebagai pereda nyeri sendi dan nutrisi tulang. Merek ini pun terdaftar di US dengan No 6,209,391 dan diproduksi di fasilitas Nucleus Farma yang telah terdaftar dan diakui oleh FDA.
Senada, Direktur Nucleus Farma Henryanto Komala menyampaikan perusahaanya merupakan bio-tech company yang memfokuskan diri menemukan produk-produk inovatif natural. Artinya, ini menjadi perusahaan natural pharmaceutical pertama yang mendapatkan FDA registered facility di Indonesia. "Kami ingin memberikan kabar baik bahwa kita berhasil menemukan suatu senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, kolaborasi riset dengan LIPI Kimia Serpong. Riset ini merupakan riset pendahuluan dan akan ada penelitian yang lebih lanjut ke depannya." (RO/OL-14)
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Daftar 20 makanan tinggi antioksidan versi USDA, dari blueberry hingga kacang merah. Bantu lawan radikal bebas dan cegah penyakit kronis.
Berdasarkan filosofi keseimbangan Yin dan Yang, jamur kuping dipercaya mampu mengembalikan harmoni organ tubuh yang terganggu akibat penyakit.
Selain hipertensi, diabetes dan influenza juga menduduki posisi teratas dalam daftar keluhan kesehatan di posko pemantauan mudik.
Sakit tenggorokan saat bangun tidur bisa disebabkan dehidrasi, alergi, hingga GERD. Kenali 6 penyebab paling umum dan cara mencegahnya sebelum kondisi semakin parah.
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved