Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta umat Konghucu untuk merayakan Imlek secara khidmat dan sederhana. Hal tersebut harus dilakukan guna menghindari terjadinya peningkatan kasus positif covid-19 pascaperayaan hari keagamaan itu.
"Kami percaya itu tidak akan mengurangi makna dari Imlek itu sendiri. Imlek akan tetap membawa harapan baru, keberuntungan baru bagi umat Konghucu," ujar Budi di Kantor Presiden, Kamis (4/2).
Baca juga: DPR Desak Pemerintah Batalkan Pemotongan Insentif Nakes
Menurutnya, perayaan Imlek bisa dilakukan dengan cara-cara modern dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Hal serupa juga dilakukan umat Kristiani pada masa Natal dan umat Muslim ketika merayakan Idul Fitri.
Adapun, terkait budaya pemberian angpao kepada sanak saudara, itu juga bisa dilakukan dengan cara modern.
"Saya dulu pernah terima angpao. Itu seru tapi yang lebih seru kan yang ada di dalam amplopnya. Kita bisa mengirim isinya secara digital, dengan transfer," ucap Budi.
Kalaupun masih harus mengirim amplop, itu bisa diakalo dengan memaksimalkan peran ojek-ojek online.
"Secara tidak langsung, itu juga membantu teman-teman pengemudi online," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengaku telah bertemu dengan para tokoh Konghucu untuk mendukung upaya pemerintah menekan laju kasus covid-19.
"Indonesia dan dunia kini sedang menghadapi pandemi. Saya kira umat Konghucu harus mawas diri. Perayaan Imlek bisa dirayakan dengan cara sederhana," kata Yaqut.
Selain itu, ia juga berpesan agar umat Konghucu menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai momentum refleksi diri.
Ia mengajak umat agama tersebut terus berdoa agar Indonesia dan dunia bisa terbebas dari pandemi. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved