Rabu 03 Februari 2021, 18:48 WIB

Banyak Daerah Minati GeNose C19, Produksinya akan Ditingkatkan 

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Banyak Daerah Minati GeNose C19, Produksinya akan Ditingkatkan 

Antara/M.Risyal Hidayat
Alat GeNose C19

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, metode GeNose C19 masuk dalam kategori skrining atau penyaringan Covid-19. Oleh karena itu, produksi GeNose baru mencapai 1.000 unit perminggu dan 5 ribu unit selama Februari 2021.

"Maret baru bisa sampai 10.000 unit, artinya kapasitanya sudah besar," kata Bambang dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (3/2).

Meskipun demikian, metode ini tidak bisa mengganti swab test PCR yang memiliki fungsi mendiagnosis seseorang terpapar Covid-19.

"Kami tegaskan GeNose ini tidak didesain untuk menggantikan PCR, tapi murni didesain untuk skrining, tetapi kita ingin skrining itu akurat dan mudah dipakai, relatif terjangkau atau murah dan cepat hasilnya," sebutnya.

Dia menambahkan, metode GeNose sebagai skrining tidak akan masuk dalam data statistik Covid-19. Sebab, GeNose sangat baik digunakan di tempat-tempat yang banyak dilalui orang, seperti gedung lembaga negara.

Untuk permintaan, kata Kemenkes pihak UGM kewalahan memenuhi order dari sejumlah pihak yang tertarik mengunakan metode skrining dari GeNose. Seperti Walikota Tangsel ingin membeli 100 unit untuk memenuhi kebutuhan di puskesmas. 

Baca juga : Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Capai 18% Sepekan Terakhir

"Ordernya sudah lebih 10 ribu pesanan, padahal produksi belum bisa mengejar, mudah-mudahan satu dan dua bulan bisa mengejar," jelasnya.

Dia menjelaskan, secara akurasi dan validasinya dengan cara penggunaan GeNose mengunakan hembuskan napas ke tabung khusus dan membandingkan dengan PCR pada orang yang sama.

"Memang yang dijadikan rujukan PCR. Bahwa PCR test yang tidak 100% akurat, tapi dia gold standart tetapi kita coba bandingkan GeNose dan gold standart dengan hasil diatas 90% dengan pilihan RS di Jawa," pungkasnya.

Diketahui, GeNose adalah alat pendeteksi virus korona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini resmi mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Berdasarkan laman UGM, Sabtu (26/12), Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan izin edar GeNose dari Kemenkes turun (24/12). (OL-7)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya