Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengatakan para jurnalis berperan penting ikut menyukseskan program vaksinasi massal guna mencegah penularan Covid-19.
Pengakuan terhadap peran penting jurnalis disampaikan langsung oleh Direktur Kebijakan dan Strategi Komunikasi dan Informasi UNESCO, Guy Berger serta Direktur Komunikasi WHO Gabriella Stern saat keduanya memberi sambutan pada acara pelatihan jurnalis yang diadakan secara virtual Jumat malam (29/1) sampai Sabtu dini hari waktu Jakarta.
"Kita tahu laporan jurnalistik dibutuhkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan informasi, tetapi juga mendorong adanya kesiapan (dari otoritas terkait, red) saat dihadapkan pada krisis," kata Guy Berger saat menyampaikan sambutan ke para wartawan dari berbagai negara pada acara pelatihan bertajuk Covering the Covid-19 Vaccine: What Journalists Need to Know.
Sementara itu, terkait vaksin dan program vaksinasi Covid-19 yang saat ini telah berlangsung di beberapa negara, Berger mengatakan jurnalis punya peranan penting mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terhasut gerakan anti vaksin. Tidak hanya itu, para wartawan juga diharapkan dapat terus memonitor rangkaian kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pengadaan dan penyaluran vaksin Covid-19 ke masyarakat.
Berger menerangkan masyarakat mengandalkan isi laporan para jurnalis yang kritis mendalami berbagai kebijakan, kontrak pembelian, serta belanja negara terkait vaksin dan penanggulangan Covid-19 yang menggunakan uang negara.
Jurnalis, menurut Berger, jadi tumpuan masyarakat untuk menjelaskan fakta dan angka-angka yang diberikan oleh para peneliti, lembaga-lembaga pemerintahan, secara sederhana sehingga pesannya dapat diterima dan dipahami oleh seluruh kalangan.
Dalam kesempatan itu, Berger turut menyoroti banyaknya rumor dan kabar bohong yang beredar selama pandemi Covid-19 serta vaksin. Terkait itu, ia mengatakan masyarakat juga mengandalkan para jurnalis untuk melacak dan mengklarifikasi berbagai kabar bohong yang beredar, khususnya di media sosial.
Ia menyebut jurnalis bekerja layaknya "petugas bersih-bersih untuk masyarakat" (society's janitor) karena mereka tidak hanya menelusuri dan membersihkan kabar bohong sampai ke akarnya, tetapi turut mengungkap pihak-pihak tertentu yang meraup keuntungan dari penyebaran informasi menyesatkan tersebut.
Dalam acara yang sama, Gabriella Stern memberikan pendapat tidak jauh berbeda terkait peran penting jurnalis dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Stern mengatakan WHO mengandalkan laporan dari para jurnalis di berbagai negara demi mengetahui masalah dan kondisi masyarakat selama pandemi sehingga nantinya badan kesehatan dunia itu dapat menyusun kebijakan serta memberi rekomendasi yang tepat sasaran.
"WHO berterima kasih atas kerja sama kalian (para jurnali) yang menyajikan informasi berbasis bukti ke masyarakat selama situasi pandemi yang terus berubah cepat dan serius ini," kata Stern.
Stern menyampaikan WHO butuh dukungan para jurnalis untuk menyalurkan informasi yang disertai bukti ke masyarakat, serta melawan ketakutan dan rumor yang muncul akibat kabar bohong.
Ia pun mendorong seluruh peserta, yang sebagian besar adalah para wartawan, untuk terus mengikuti informasi dari jumpa pers atau sesi pengarahan berkala WHO demi mendapatkan informasi terbaru mengenai pandemi.
WHO, UNESCO, dan Knight Center for Journalism in the America -- yang bernaung di bawah University of Texas, menggelar acara pelatihan reportase vaksin secara virtual untuk para jurnalis dari berbagai negara selama satu hari. Acara tersebut didanai Uni Eropa (EU).
Acara pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu diisi oleh dua diskusi panel, dia antaranya bertajuk "Jurnalisme Vaksin" dan "Ilmu Pengetahuan tentang Vaksin".
Sesi pertama mengenai jurnalisme dan vaksin mengangkat pengalaman para wartawan dari Argentina, Brazil, Prancis, dan Jerman mengangkat isu terkait pengadaan vaksin dan program vaksinasi.
Sementara pada sesi kedua, acara diskusi menghadirkan para peneliti dan ahli kesehatan dari WHO, Kanada, dan Amerika Serikat, guna menyampaikan perkembangan terbaru mengenai vaksin Covid-19. (Ant/OL-09)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Penerapan konsep UPF secara kaku dan tanpa konteks dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan konseptual, menstigma produk pangan tradisional yang sejatinya bermanfaat.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
WHO akan bekerja sama dengan otoritas Indonesia dan mitra internasional untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan akses ke layanan berkualitas, termasuk imunisasi.
Mendagri menegaskan, pemerintah pusat telah menelusuri asal-usul surat dan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan substansi serta kemungkinan tindak lanjutnya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait surat dari Pemerintah Aceh yang ditujukan kepada UNDP dan UNICEF menyusul bencana di wilayah tersebut
Hujan deras dan angin kencang memperparah krisis kemanusiaan di Gaza. Puluhan ribu tenda rusak, bangunan runtuh, dan suhu dingin mulai memakan korban jiwa.
Langkah Pemerintah Provinsi Aceh yang meminta bantuan penanganan bencana banjir bandang dan longsor tidak disikapi secara berlebihan oleh pemerintah pusat.
Sekarang ada 77 lembaga dan miliki 1.960 relawannya dalam rangka pemulihan Aceh. Semuanya tercatat pada desk BNPB di posko bencana Aceh.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, memberikan tanggapan terkait langkah Pemerintah Aceh yang menyurati dua lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved