Jumat 29 Januari 2021, 10:20 WIB

UGM Peringkat Satu di Indonesia versi Webometrics

Humaniora | Humaniora
UGM Peringkat Satu di Indonesia versi Webometrics

ANTARA/ Siswo Widodo
MAHASISWA BARU UGM: Dua orang mahasiswi baru UGM Yogyakarta mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Opspek) secara daring.

 

UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali menempati peringkat satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat perguruan tinggi Webometrics edisi Januari 2021.

"Alhamdulillah pada pemeringkatan Webometrics yang dirilis baru-baru ini UGM menempati peringkat satu di Indonesia dan peringkat 810 dunia. Posisi ini merupakan hasil dari perbaikan di segala bidang yang dilakukan secara berkesinambungan oleh UGM," kata Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono dalam keterangan tertulis di Yogyakarta.

Setelah UGM, dalam daftar perguruan tinggi di Indonesia adalah Institut Pertanian Bogor di peringkat 1088 dunia dan Institut Teknologi Sepuluh November di peringkat 1089. Selanjutnya Universitas Indonesia menempati posisi 1315 dan Universitas Airlangga di posisi 1322. "Semoga UGM menjadi universitas rujukan dan dapat lebih berkontribusi bagi bangsa Indonesia dan masyarakat dunia," kata Panut.

Webometrics Ranking of World Universities sendiri diinisiasi oleh Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset yang menjadi bagian dari Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC) yang merupakan badan riset publik terbesar di Spanyol.

Dilakukan sejak 2004, pemeringkatan ini bertujuan untuk mempromosikan open access terhadap pengetahuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Pada 2021, terdapat sekitar 31 ribu perguruan tinggi di lebih dari 200 negara yang masuk dalam daftar pemeringkatan. "Peringkat yang diperoleh UGM ini diperoleh melalui penilaian yang dilakukan Webometric yang terdiri atas tiga indikator yakni impact atau visibility, openness atau trasnparency, serta excellence," kata Direktur Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM, Widyawan.

Ketiga indikator yang digunakan pada pemeringkatan tahun ini, kata dia, tidak berbeda dari indikator penilaian di tahun sebelumnya. Widyawan menerangkan, impact dinilai dari jumlah referensi dari jaringan luar ke website UGM. Pada indikator ini, UGM berada di tingkat 578 dunia.

"Openness mengukur jumlah sitasi 210 top author atau dosen, sedangkan excellence dinilai berdasar jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika UGM yang terdapat pada top 10 persen yang paling banyak disitasi pada 26 disiplin," kata dia.(Ant/H-1)

Baca Juga

ANTARA/Novrian Arbi

Inmendagri: Zona Merah Wajib WFH 75%, Restoran Take Away Bisa 24 Jam

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:54 WIB
Pelaksanaan WFO dan WFH wajib menegakkan protokol kesehatan ketat. Pengaturan waktu kerja dikondisikan secara...
MI/Susanto

Angkie Yudistia Minta Penyandang Disabilitas Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:28 WIB
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2019, terdapat lebih dari 30 juta penyandang disabilitas di...
Antara

Percepatan Vaksinasi Covid-19 sebanyak 1 Juta Perhari mulai Juli 2021

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 22 Juni 2021, 11:53 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan didukung oleh TNI, Polri dan Pemerintah Daerah akan meningkatkan kecepatan penyuntikan vaksin covid-19 menjadi 700...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya