Selasa 26 Januari 2021, 14:42 WIB

Tes GeNose Berlaku di Perjalanan Darat dari dan ke Pulau Jawa

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Tes GeNose Berlaku di Perjalanan Darat dari dan ke Pulau Jawa

ANTARA FOTO/Fauzan
Petugas keamanan Terminal Kampung Rambutan menghembuskan nafasnya pada kantong nafas untuk dites dengan GeNose C19

 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) memastikan bakal ada pemeriksaan acak atau random checking pemeriksaan hasil tes alat pendeteksi covid-19 Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 dalam perjalanan darat dari dan ke Pulau Jawa.

Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Darat dalam Masa Pandemi Covid-19.

"Penumpang bus kan tidak wajib (menggunakan GeNose). Jadi hanya random checking saja," ungkap Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati kepada Media Indonesia, Selasa (26/1).

Random checking tersebut bakal dilakukan pada 5 Februari mendatang. Penggunaan GeNose sendiri diwajibkan sebagai syarat perjalanan kereta api.

Adapun pengaturan soal random checking untuk pemakaian GeNose tertuang pada poin keempat huruf e SE 8/2021 yang berbunyi ;

"Pelaku perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa (antarprovinsi/Kabupaten/Kota), yang menggunakan kendaraan bermotor umum atau angkutan sungai, danau, dan penyeberangan, dilakukan tes acak (random checking) rapid test antigen atau GeNose test, jika diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) daerah," sebut aturan tersebut yang diteken oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi pada Selasa (26/1).

Sedangkan, untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan bermotor umum, kendaraan bermotor perseorangan, atau

angkutan sungai, danau, dan penyeberangan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau non reaktif. Sampel itu diambil dalam kurun waktu malcaimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Kemudian, anak-anak di hawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT- PCR maupun rapid test antigen scbagai ayarat perjalanan.

Lalu, perjalanan orang di dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR, rapid test antigen atau GeNose test sehagai syarat perjalanan dan akan dilakukan tes acak (random test) apabila diperlukan oleh Satgas Covid-19 daerah. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Update 2 Oktober 2022:11 Ribu Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

👤MGN 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 23:03 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 10.910 orang disuntik vaksin dosis pertama hari...
Antara

31,32 Masyarakat Umum Sudah Divaksin Booster

👤MGN 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:49 WIB
Sebanyak 6.733.028 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 9.052.638 petugas...
Antara

69,1% Lansia Sudah Divaksin Lengkap

👤MGN 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 22:17 WIB
Sebanyak 18.410.061 lansia telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 85,42 persen dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya