Senin 25 Januari 2021, 12:05 WIB

Kemenkes Instruksikan Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur Covid-19

Nur Azizah | Humaniora
Kemenkes Instruksikan Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur Covid-19

ANTARA/Fauzan
Sejumlah tenaga kesehatan bersiap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien covid-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta.

 

KEMENTERIAN Kesehatan meminta seluruh rumah sakit (RS) di Tanah Air menambah kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien covid-19. Permintaan itu tertuang dalam Surat Edaran nomor HK 02.01/Menkes/11/2021 tentang Peningkatan Kapasitas Perawatan Pasien Covid-19 pada RS Penyelenggara Pelayanan Covid-19.

Direktur Jenderal Pelayananan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengatakan intruksi ini dikeluarkan lantaran jumlah kasus positif covid-19 terus melonjak setiap hari. Bila tidak diantisipasi, kemungkinan pasien tidak akan tertangani.

"Untuk daerah yang memasuki zona merah diharapkan kenaikan jumlah tempat tidur antara 30% dan 40%," kata Kadir dalam keterangan tertulis, Senin (25/1).

Baca juga: Ini Masukkan IDI agar Antibodi Terbentuk Pascavaksinasi Covid-19

Permintaan ini tidak hanya berlaku untuk RS pemerintah tapi juga untuk semua RS umum daerah. RS TNI-Polri dan swasta pun diminta meningkatkan kapasitas tempat tidur

"Itu kita minta tidak hanya tempat tidur tapi juga kita minta konversi atau peningkatan jumlah ICU atau intensive care unit sebanyak 25% itu yang kita harapkan," ucap Kadir.

Kadir menjelaskan rumah sakit di seluruh Indonesia ada 2.979. Dari jumlah RS itu, terdapat 81.032 tempat tidur disiapkan untuk pasien covid-19.

Tempat tidur itu dipakai untuk isolasi mandiri maupun tempat tidur ICU. Per 21 Januari 2021, tempat tidur yang sudah terpakai 52.719.

"Kalau kita lakukan perbandingan dengan jumlah pasien yang saat ini dirawat, rata-rata keterpakaian tempat tidur masih berada di posisi 64,83% secara nasional," ujar Kadir.

Secara spesifik, di beberapa provinsi, tingkat keterpakaian tempat tidur mencapai 80% hingga 88%. Kadir menjelaskan peningkatan kapasitas tempat tidur dapat dilakukan dengan cara mengonversi persediaan tempat tidur.

"Karena keterbatasan sarana prasarana peralatan dan tenaga yang ada maka bisa dengan mengonversi. Artinya mengubah tempat tidur yang ada di rumah sakit dari yang sebelumnya untuk layanan noncovid-19 menjadi covid-19," ujarnya. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Sejumlah Cendekiawan Gelar Simposium Bedah Tantangan Bangsa

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:52 WIB
Simposium nasional bertajuk Memajukan Kesejahteraan Umum itu diyakini dapat menjadi visi utama yang ingin dicapai pada tahun 2045 sekaligus...
MI/Dwi Apriani

Pemerintah Buat Langkah Pencegahan Mutasi Korona B117

👤Antara 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:46 WIB
Masyarakat harus semakin meningkatkan...
Medcom

Mahasiswa Dituntut Miliki Kemampuan Hadapi Persaingan Global

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:41 WIB
MAHASISWA dituntut tidak hanya memiliki ilmu yang didapat di bangku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya