Kamis 21 Januari 2021, 10:45 WIB

Banyak Dialami Pasien Covid-19, Apa itu Aritmia?

Zubaedah Hanum | Humaniora
Banyak Dialami Pasien Covid-19, Apa itu Aritmia?

MI
Infografis

 

SEJUMLAH pasien covid-19 mengalami aritmia pascaterinfeksi virus SARS-Cov-2. Padahal, mereka sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi atau jantung.

Dalam studi yang dipimpin Profesor Valentina Puntman dari Goethe University Frankfurt, misalnya, menyebutkan bahwa 78 dari 100 sampel penyintas covid-19 di Jerman mengalami permasalahan jantung.

Temuan kasus aritmia pascaterinfeksi covid-19 bukan hanya dialami masyarakat biasa. Tapi juga atlet yang notabene selalu menjaga kebugaran tubuhnya. Seperti apa gejala aritmia yang perlu diketahui?

Aritmia merupakan kelainan irama atau detak jantung yang terjadi pada seseorang. Dalam kondisi ini detak jantung bisa terlalu cepat atau terlalu lambat, atau irama jantung yang tidak beraturan.

Dokter Hermawan, Sp.JP(K), FIHA, ahli jantung di RS Pusat Pertamina mengungkapkan, beberapa pasien mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengalami aritmia, sampai akhirnya gejala tersebut bertambah parah. Salah satunya adalah bisa sampai mengalami pingsan atau sinkop.

"Jadi yang dimaksud aritmia adalah suatu kondisi di mana ada dua sisi ekstrem, apakah detak jantung terlalu lambat atau detak jantung kita terlalu cepat atau irama jantung kita yang tidak beraturan," ujarnya seperti dilansir dari Medcom.id.

"Orang dengan aritmia yang datang ke saya itu keluhannya seperti berdebar-debar, rasa tidak nyaman di dada, atau rasa detak jantung yang tidak teratur yang disertai dengan gejala-gejala  penyerta yang lain," terang dr Hermawan.

Mungkin pasien merasa seperti kleyengan, rasa mau jatuh atau mau pingsan, atau yang disebut sinkop. Itu adalah bagian dari gejala klinis pada pasien dengan gangguan irama jantung.

Gangguan irama jantung itu, menurut dr Hermawan, secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok besar. Yaitu detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat.

"Irama jantung yang terlalu cepat, detaknya sangat cepat sehingga pasien merasa tidak nyaman disebut takikardia yang seringkali menyebabkan rasa kleyengan. Kalau sudah terlalu berat bisa mengganggu tekanan darah dan menyebabkan rasa mau pingsan," jelas dr Hermawan.

Yang kedua adalah detak jantung yang terlalu lambat. Jika terlalu detak jantungnya terlalu, yang berat maka akan menyebabkan keluhan yang disebut sebagai sinkop.

Heart block
Menurut dr Hermawan, beberapa kondisi seperti serangan jantung akut juga mungkin bisa menyebabkan aritmia. Jika tidak ditangani bisa menyebabkan suatu kondisi bernama heart block.

"Heart block adalah kondisi di mana listrik jantung mengalami gangguan atau terputus, sehingga menyebabkan detak jantung mengalami perlambatan atau slowing. Atau juga menyebabkan terjadinya aritmia cepat, yang kita sebut sebagai takikardi atau ventrikel takikardi," terang dr Hermawan.

"Keduanya adalah kondisi kegawat-daruratan yang berbahaya, yang harus mendapat penanganan segera. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya heart block pada umumnya adalah dengan membuka pembuluh darah untuk mencegah terjadi komplikasi yang lebih lanjut. (H-2)

Baca Juga

Dok.MI

Anak Susah Makan Disebabkan Kebiasaan Makan Ibu Saat Hamil

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 17 April 2021, 08:30 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya pada saat hamil dan...
DOK BAZNAS

BAZNAS Terima Zakat dari Nasional Re Sebesar Rp893 Juta

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 17 April 2021, 08:24 WIB
Sejak 2013, Nasional Re telah menyalurkan zakat perusahaan melalui...
ANTARA

Babinsa Distribusikan Bantuan Sembako

👤LD/H-1 🕔Sabtu 17 April 2021, 05:20 WIB
RATUSAN anggota Babinsa dan Babinkamtibmas dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan sembako kepada warga tidak mampu di Banyumas, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya