Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut ada peluang vaksinasi covid-19 dilakukan secara mandiri. Pemerintah akan membedakan merek vaksin yang diberikan secara gratis dan vaksin berbayar.
Dalam dua bulan ke depan, pemerintah masih memprioritaskan vaksinasi covid-19 gratis untuk masyarakat. Sebab, tugas pokok dan fungsi penentuan vaksin mandiri berada di Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Vaksinasi Pengungsi Lebih Dulu
"Tentu vaksin mandiri bukan prioritas. Vaksin gratis adalah prioritas yang diutamakan, tetapi kita tidak bisa menutup mata juga, kenapa vaksin mandiri ini diperlukan," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1).
Saat ini, vaksi covid-19 yang mulai didistribusikan di Indonesia merupakan produksi Sinovac. Selain jenis vaksin, waktu pelaksanaan vaksinasi juga akan dibedakan. Dalam hal ini, pelaksanaan vaksinasi gratis menyesuaikan prioritas pemerintah.
"Supaya yang gratis dan mandiri tidak tercampur, jadi mereknya berbeda. Vaksin gratis harus berjalan 1-2 bulan ke depan. Baru nanti kalau ada untuk yang mandiri setelah itu," imbuh Erick.
Baca juga: Masih Ada Kendala Sarana dalam Donor Plasma Darah
Terkait distribusi, pihaknya menekankan bahwa pemerintah daerah harus bertanggung jawab untuk menjaga kualitas suhu vaksin sekitar 2-8 derajat celcius.
Kementerian BUMN pun meminta kepala daerah untuk memastikan fasilitas penyimpanan dan eksekusi. Sehingga, vaksin covid-19 tetap berada pada suhu yang disyaratkan pihak Sinovac.(OL-11)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved