Rabu 20 Januari 2021, 09:05 WIB

Hasil Studi, Kekebalan Covid-19 Berlangsung Selama 5 Bulan

Zubaedah Hanum | Humaniora
Hasil Studi, Kekebalan Covid-19 Berlangsung Selama 5 Bulan

CDC
Ilustrasi virus korona baru.

 

SESEORANG yang telah terinfeksi covid-19 kemungkinan akan terlindungi agar tidak tertular lagi setidaknya selama lima bulan. Hal itu dilontarkan dari sebuah studi baru yang dipimpin oleh Public Health England (PHE).

Penelitian tersebut menemukan bahwa infeksi yang sudah pernah dialami sebelumnya menurunkan risiko untuk terinfeksi kembali sebesar 83% dibandingkan dengan orang yang belum pernah terinfeksi sebelumnya.

Meskipun demikian, para peneliti memperingatkan bahwa perlindungan itu tidak mutlak. Artinya beberapa orang memang tertular virus itu lagi, dan tidak diketahui berapa lama kekebalan itu bertahan.

Mungkin juga mereka yang memiliki tingkat kekebalan terhadap virus, masih dapat membawa virus di hidung atau tenggorokan mereka. Dan, bisa menularkannya ke orang lain.

"Kami sekarang tahu bahwa kebanyakan dari mereka yang pernah terkena virus dan mengembangkan antibodi, terlindung dari infeksi ulang. Akan tetapi ini tidak bersifat mutlak dan kami belum tahu berapa lama perlindungan itu bertahan," ujar Susan Hopkins, penasihat medis senior di PHE sekaligus co-leader dari studi tersebut.

Ia juga menambahkan, jika kamu sudah pernah terkena penyakit dan sembuh, kamu bisa yakin bahwa kemungkinan untuk mengembangkan gejala yang parah sangat kecil. Namun, tetap ada risiko kamu bisa terinfeksi kembali dan menularkannya ke orang lain.

"Kami menemukan orang-orang yang memiliki jumlah virus yang sangat tinggi di hidung dan tenggorokan saat melakukan swab, berada pada kelompok yang paling mungkin untuk menularkannya ke orang lain," ujar Hopkins.

Seseorang yang sudah pernah terinfeksi covid-19 sebelumnya, kata Hopkins, tetap harus melakukan social distancing atau menjaga jarak untuk menghindari penyebaran penyakit.

"Studi ini memberikan dampak yang cukup besar. Penelitian ini juga memberikan kabar baik bahwa reinfeksi jarang terjadi. Setidaknya, pada tahap sekarang, dan dengan memiliki antibodi dapat memberikan sejumlah perlindungan yang cukup. Meskipun memang, perlindungan tersebut tidak bisa seumur hidup," ujar Dr Simon Clarke, Associate Professor dalam Mikrobiologi Seluler, Universitas Reading.

Menurut Dr Clarke, salah satu hal yang harus menjadi perhatian dalam temuan ini adalah seseorang yang sudah memiliki antibodi covid-19 ini, masih mungkin untuk menularkannya ke orang lain.

"Ini berarti, sebagian besar populasi entah itu harus memiliki imunitas alami atau mendapatkan imunisasi untuk bisa keluar dari pandemi ini," tutupnya. (Medcom.id/H-2)

Baca Juga

MI/Sumaryanto Bronto.

Peran Generasi Muda dalam Transformasi Digital untuk Akselerasi Pembangunan 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 15:43 WIB
Peran aktif generasi muda dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sangat penting untuk mengakselerasi proses...
Ist

Coreta Louise Luncurkan Koleksi Terbaru di New York Fashion Week

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 14:31 WIB
Kali ini tema yang diangkat adalah "Sea Reflection" yang terinspirasi dari keindahan bawah laut khususnya Bunaken Sulawesi Utara...
dok.ist

Jokowi: Kita Butuh SDM Berkualitas dan Berintegritas

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 25 September 2022, 13:21 WIB
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas dan berintegritas demi memenuhi tantangan pasar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya